Balotelli Bikin Ibunya Geleng-geleng

Kompas.com - 27/10/2011, 19:13 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Jangan sangka pemain Manchester City Mario Balotelli hanya gila dan bandel di lapangan, misalnya dengan menunjukkan kaus dalam bertuliskan 'Why Always Me' setelah mencetak gol dalam pertandingan melawan Manchester United di Old Trafford hari Minggu lalu.

Tak hanya di lapangan, Balotelli ternyata juga bandel di rumah. Ibunya, Silvio, kerap dibuatnya geleng-geleng kepala karena ulahnya yang nyentrik. The Sun melansir salah satu ulah konyolnya yang diungkap melalui akun Twitter seorang sumber dari kalangan terdekatnya.

Setelah laga yang berakhir kemenangan telak City 6-1 atas MU itu, Balotelli diminta ibunya untuk membeli peralatan rumah tangga untuk membersihkan rumah mewahnya yang berantakan. Apalagi saat itu, rumahnya masih berantakan setelah terjadi kebakaran akibat kembang api di kamar mandinya.

Sebelum pergi, sang ibu membekali Balotelli dengan daftar belanjaan yang harus dibelinya. Tertulis setrika, papan alas setrikaan, vacuum cleaner dan sejumlah peralatan lainnya untuk membersihkan rumah.

Setelah lima jam keluyuran di salah satu supermarket, Balotelli yang pergi dengan salah satu temannya pun pulang ke rumah. Ibunya terheran-heran ketika mendapati anaknya yang berumur 21 tahun ini pulang dengan tangan kosong.

Ibunya pun menyangka bahwa barang-barang itu akan diantar oleh mobil pengantar khusus milik supermarket tersebut. Benar saja, beberapa saat kemudian, sebuah mobil pengantar barang muncul di depan rumahnya.

Namun, alangkah terkejutnya Nyonya Silvio ketika para petugas supermarket tersebut malah menurunkan satu trampolin raksasa, satu set mainan mobil balap berikut trek bermerk Scalextric yang terkenal, dua unit motor Vespa dan perlengkapan tenis meja dari dalam mobil.

Mereka pun menegaskan bahwa barang-barang ini merupakan pesanan atas nama Tuan Balotelli. Lucunya, tak satupun peralatan rumah tangga yang masuk dalam daftar belanjaan dibawa oleh petugas supermarket.

Sang ibu hanya bisa menyaksikan para petugas menurunkan barang-barang yang terkait hobi anaknya itu sambil mengomel. Nyonya Silvio yang memang secara khusus berada di Inggris untuk mengawasi kehidupan bintang sepak bola asal Italia itu hanya bisa geleng-geleng melihat ulah anaknya ini.

'Balotelli, Balotelli...'

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau