Letusan Masih Terjadi di Kawah Tompaluan

Kompas.com - 27/10/2011, 19:44 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Gunung Lokon di Provinsi Sulawesi Utara masih meletus kecil sampai beberapa kali pascaletusan Rabu (26/10) pukul 17.19 WITA dan letusan susulan 17.29 WITA.

"Pasca letusan utama yang memuntahkan debu setinggi 1.200 meter, letusan-letusan kecil masih terjadi hingga hari ini," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina, di Tomohon, Kamis (27/10/2011).

Dia menjelaskan, pascaletusan kemarin, dalam periode waktu 18.00 WITA sampai 24.00 WITA terjadi lima kali letusan susulan masing-masing pukul 18.18 WITA, 19.22 WITA, 19.14 WITA, 22.15 WITA dan 23.02 WITA.

Dua letusan kategori kecil dengan ketinggian sekitar 400 meter juga masih terekam pada periode waktu 00.00 WITA hingga 06.00 WITA, hari ini. Letusan tersebut terjadi pukul 00.45 WITA dan 05.56 WITA. "Gempa vulkanik yang terekam kemarin mencapai 200-an lebih. Hari ini frekwensi kegempaannya semakin menurun," kata Farid.

Meski demikian, dia menjelaskan, secara keseluruhan aktivitas Gunung Lokon masih tinggi karena tremor vulkanik masih terus terekam tanpa henti. Tremor vulkanik ini diindikasikan ada material yang naik menuju permukaan kawah ataupun ada embusan asap.

"Kita bisa melihat kadang-kadang yang keluar hanya asap. Tapi kadang kala juga kalau agak besar amplitudonya embusannya diiringi dengan material debu," ungkapnya.

Amplitudo tremor vulkanik, ujar dia, semakin menurun dari lima milimeter hingga 30 milimeter dibanding sebelumnya satu milimeter hingga 45 milimeter.

Farid berharap, meskipun frekwensi gempa vulkanik terus menurun serta amplitudo tremor semakin mengecil, warga harus tetap waspada. Warga harus mengikuti rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung untuk tidak melakukan aktivitas di radius bahaya 2,5 kilometer dari kawah Tompaluan, Gunung Lokon.

"Letusan masih terjadi. Dan bisa saja ada lontaran material pijar. Hendaknya terus berhati-hati dan jangan panik. Hingga kini statusnya masih siaga level III, tidak dinaikkan meski terjadi letusan," katanya.

Gunung Lokon di Sulawesi Utara Rabu (26/10) pukul 17.19 kembali meletus dan mengeluarkan material pijar dan debu vulkanik. Tinggi letusan diperkirakan 1.200 meter dari kawah Tompaluan. Dalam waktu 10 menit kemudian, terjadi letusan susulan. Debu vulkanik dimuntahkan setinggi 500 meter dan berangsur-angsur kembali normal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau