Kriminalitas

Uang Palsu Beredar di Sukabumi

Kompas.com - 27/10/2011, 20:13 WIB

SUKABUMI, KOMPAS.com — Kepolisian Sektor Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, membekuk tiga pria yang disangka mengedarkan uang palsu senilai Rp 8 juta. Bandarnya masih dicari polisi.  

"Salah satu tersangka kami tangkap tak lama setelah membelanjakan uang palsunya untuk membeli rokok. Dua tersangka lain menyusul belakangan," kata Kapolsek Sukalarang Ajun Komisaris Hariyanto, Kamis (27/10/2011), di kantornya.  

Tiga tersangka yang ia maksud berinisial W, D, dan T. Ketiganya disangka melanggar Pasal 245 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Polisi menyita 175 lembar uang pecahan Rp 50.000 dan satu lembar Rp 100.000 sebagai barang bukti.  

Pengungkapan kasus itu, ungkap Hariyanto, bermula dari laporan pedagang rokok yang dagangannya dibeli oleh D. Pedagang itu curiga dengan tekstur uang yang lebih kasar dan hologram yang tidak berubah saat dimiringkan.  

Tak lama kemudian, polisi menangkap D di rumahnya di Kampung Jami, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang. Hariyanto menyebutkan, D mendapat uang palsu dari T.  

"T memberi uang palsu sebanyak 10 lembar pecahan Rp 50.000 kepada D. Awalnya, T membeli uang palsu dari W senilai Rp 600.000 dengan harga Rp 300.000. Namun, akhirnya W memberikan seluruh uang palsu yang ia punya kepada T," tutur Hariyanto.  

Tersangka W sendiri mengaku membeli uang palsu senilai Rp 9 juta, dengan harga Rp 4 juta dari A, yang ia kenal saat menjenguk keluarga yang dirawat di rumah sakit.

"A menawarkan bantuan dana kepada saya. Kebetulan saya sedang kesulitan dana," kata W.  

Setelah perkenalan singkat itu, A datang ke rumah W dengan membawa uang yang dijanjikan. Pembelian uang palsu pun dilakukan di rumah W.  

Hariyanto mengatakan, A adalah pemain lama dalam jaringan peredaran uang palsu. "Saat ini kami masih melacak keberadaan dia," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau