DTKJ Usulkan Tarif Parkir Naik 400 Persen

Kompas.com - 28/10/2011, 05:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas saat SEA Games XXVI pada November mendatang, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan agar tarif parkir naik hingga 400 persen. Dengan demikian, tarif parkir per jam bisa menembus angka Rp 10.000 untuk kendaraan roda empat.

"Di China, saat ASEAN Games, tarif parkir dinaikkan hingga 400 persen dan berhasil mengurangi kepadatan lalu lintas saat itu," kata Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Azas Tigor Nainggolan, di Jakarta, Jumat (27/10/2011).

Menurutnya, kenaikan tarif parkir ini dapat diterapkan di tengah kota dan gedung-gedung sekitar venue SEA Games. Jika kendaraan roda empat dikenai tarif sebesar Rp 10.000 maka untuk kendaraan roda dua diusulkan tarifnya Rp 5.000.

"Jadi orang akan berpikir untuk menggunakan kendaraan saat bepergian. Prinsipnya adalah mempersulit yang pakai kendaraan pribadi," jelasnya.

Jika kebijakan tersebut berhasil digunakan, lanjutnya, bisa dilanjutkan untuk mengatasi kemacetan di Ibu Kota. Pada saat SEA Games nanti dapat dijadikan sebagai tahap uji coba.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, untuk menaikkan tarif parkir, perlu melalui kajian yang mendalam. Ia pun menegaskan bahwa saat pelaksanaan SEA Games mendatang hanya akan ada pengaturan arus lalu lintas, pendampingan bagi kontingen, dan penerapan stiker khusus pada kendaraan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau