Kurir Dibacok Perampok hingga Tangannya Putus

Kompas.com - 28/10/2011, 14:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Suwandi (39), kurir perusahan peleburaan besi di kawasan Kelapa Gading, dibacok tangan kanannya hingga putus oleh perampok, di depan RS Gading Pluit, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (28/10) pukul 11.00.

Korban saat itu sedang mengendarai motor dengan membawa uang di dalam tasnya yang diambil dari Bank Ekonomi. Namun, dalam peristiwa itu, korban berhasil menyelamatkan tasnya yang berisi uang.

Korban juga berteriak minta tolong sehingga para pelaku yang berjumlah enam orang dengan mengendarai tiga motor langsung meninggalkan korban.

"Korban dan pelaku sempat tarik-menarik tas, tetapi korban berhasil menyelamatkan tasnya," kata Said Hurdi, satpam RS Gading Pluit.

Menurut beberapa kawan korban, saat itu korban membawa uang Rp 800 juta. Biasanya setiap dua hari sekali korban membawa uang Rp 200 juta untuk disetorkan ke perusahaan, hasil penjualan barang. Namun, karena Sabtu dan Minggu libur, korban sekaligus membawa uang dalam jumlah besar untuk disetorkan ke perusahaan.

Hingga pukul 12.00, korban dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat RS Gading Pluit. Kepala IGD RS Gading Pluit dr Heru Mulyanto mengatakan, korban akan langsung dioperasi tangannya. "Tangan korban masih mungkin disambung karena kejadiannya belum lama. Sebab, ini masih kurang dari enam jam," katanya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau