7 dari 10 Wanita Mengubah Gaya Pasangannya

Kompas.com - 28/10/2011, 18:41 WIB

KOMPAS.com — Perempuan mana pun pasti gemas melihat penampilan pasangannya yang asal-asalan, atau kurang dapat menyesuaikan dengan gaya perempuan tersebut. "Masa pakai jins, kemejanya dimasukin, sih? Jadul banget," keluh seorang perempuan sambil menarik-narik keluar kemeja pasangannya.

Karena kurang puas dengan penampilan pasangannya, banyak perempuan yang lalu berusaha mengubah gaya pasangannya tersebut. Aktris Inggris Elizabeth Hurley, misalnya, diketahui me-makeover gaya tunangannya, Shane Warne. Shane yang sebelumnya kerap tampil urakan kini terlihat lebih klimis. Mantan pemain kriket dari Australia ini juga tampak lebih ramping. Pasangan ini juga terlihat kerap memakai pakaian yang serasi.

Liz Hurley tak sendiri. Sebuah survei dari Wilkinson Sword, produsen pisau cukur, mengungkapkan, tujuh dari 10 perempuan mengaku melakukan makeover terhadap pasangannya, hanya beberapa minggu setelah jadian. Macam-macam yang dilakukan perempuan untuk memperbaiki penampilan pasangannya, dari mendorongnya untuk mengonsumsi makanan tertentu, mengenakan jenis pakaian tertentu, hingga memintanya menumbuhkan kumis atau jenggot.

Lebih dari 38 persen perempuan dilaporkan ingin mengubah cara pasangannya berpakaian, sementara seperempat perempuan mengakui meminta pasangannya lebih rajin bercukur. Seperempat dari 2.000 perempuan di Inggris yang disurvei juga mengatakan, hanya dua minggu setelah jadian, mereka sudah membentuk pasangan menjadi pria yang "sempurna" menurut versi mereka. Bagian paling penting yang ingin diubah oleh perempuan adalah kebiasaan pasangannya merawat diri.

Dalam urusan perawatan wajah, perempuan meminta pasangannya mengubah produk aftershave-nya (20 persen), merapikan bulu hidung dan telinganya (17 persen), mencabut alis (16 persen), rutin memakai pelembab (13 persen), dan menggunakan pasta gigi berpemutih (8 persen).

"Penelitian ini menunjukkan bahwa ada 'Shane Warne effect' yang terjadi di seluruh negara ini. Pengaruh positif yang dilakukan Liz Hurley pada penampilan keseluruhan Shane Warne itu luar biasa, dan tampaknya para perempuan Inggris ingin menciptakan hasil yang sama pada pasangan mereka," tutur Jason Shankey, pakar perawatan tubuh dari Wilkinson Sword.

Survei ini juga mendapati bahwa sepertiga perempuan yang disurvei merasa bahwa mereka mengontrol kekasih atau suami mereka, yang 60 persennya mengklaim bahwa mereka "tahu yang terbaik" bila dikaitkan dengan bagaimana penampilan belahan jiwa mereka itu. Kemudian, 40 persen perempuan merasa bahwa mengubah penampilan pasangan sudah menjadi tugas kaum perempuan. Oleh karena itu, mereka akan berusaha sekuat tenaga melakukannya. Sepertiga perempuan akan melakukannya dengan perlahan, sepertiga lainnya melakukannya diam-diam, dan sisanya dengan terang-terangan meminta pasangannya untuk berubah.

* Ingin mengetahui problema ibu bekerja, tips gaya dan menjaga kebugaran, baca Lipsus Working Mom.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau