Jakarta, Kompas
Direktur PT Indomaguro Tunas Unggul, Tachmid Widiasto Pusoro, di Jakarta, Jumat (28/10), mengemukakan, perusahaan itu menghadapi hambatan dalam memproduksi daging irisan (fillet) ikan patin. Hal itu dipicu merebaknya impor ilegal ikan patin. Saat ini, harga daging irisan patin lokal dengan segmen pasar kelas menengah Rp 40.000-Rp 42.000 per kilogram (kg), sedangkan harga daging irisan patin impor kualitas premium Rp 50.000-Rp 53.000 per kg. Harga ikan patin impor ilegal Rp 43.000 per kg, dengan kualitas bagus, daging lebih putih, dan tidak bau lumpur.
Impor ilegal ikan patin merusak pasar daging irisan ikan patin lokal sehingga kian sulit bersaing dengan daging irisan patin impor. Konsumen daging irisan ikan patin lokal cenderung memilih daging irisan ikan patin impor yang kualitasnya lebih bagus dan harga lebih murah. Kondisi ini pada akhirnya turut berdampak ke pembudidaya patin yang harganya ikut tertekan.
Tachmid menambahkan, kapasitas terpakai perusahaan itu untuk bahan baku ikan patin lokal kini hanya sekitar 5 ton per hari dari total kapasitas terpasang 20 ton per hari. Kuota impor daging irisan ikan patin berkisar 500 ton per enam bulan. Kuota itu baru terpakai sekitar 25 ton.
Kebutuhan impor daging irisan ikan patin impor untuk konsumsi hotel dan restoran 100 ton per bulan. Ikan patin yang diolah menjadi daging irisan menjadi tinggal 35 persen dari bobot awal. Limbah selebihnya, produk kepala dan tulang, laku dijual untuk bahan baku pakan ikan.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Victor Nikijuluw mengakui, Indonesia jauh tertinggal dari Vietnam dalam produksi dan pengolahan ikan patin. Kondisi itu diperburuk dengan maraknya impor patin ilegal ke pasar. Penyelundupan itu melalui jalur perbatasan ke Pontianak, Kalimantan Barat, dan Batam, Kepulauan Riau. Ikan ilegal itu kemudian diterbangkan ke Jakarta.
Menurut Victor, ada dua perusahaan nonpengolahan patin di Jakarta dan Surabaya terindikasi menyelundupkan ikan patin impor. Dikhawatirkan, ikan impor itu dipasok ke pasar lokal sehingga merusak harga patin lokal.