Pemerintah Perlu Dengar Keinginan Rakyat Papua

Kompas.com - 29/10/2011, 13:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) juga menjadi salah satu masalah yang dihadapi rakyat Papua. Hal itu dikatakan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth dalam diskusi bertajuk "Papuia, Konflik Tak Kunjung Usai" yang digelar di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (29/10/2011).

"Ini (pelanggaran HAM ) adalah masalah besar yang sejak dulu selalu ada. Kalau mau masalah ini selesai, berikan pengadilan HAM dan penegakan hukum di sana," ujar Adriana.

Dikatakan Adriana, masalah politik juga menjadi bagian yang selalu diperdebatkan di Papua. Menurut pandangannya, masyarakat Papua ada yang merasa tak nyaman dengan negaranya sendiri. Hal ini akibat sikap diskriminatif yang dirasakan.

Mereka menginginkan kemerdekaan, karena merasa ingin bebas dari Indonesia. "Kita harus mengakui, bahwa warga Papua merasa tidak nyaman dekat dengan Indonesia. Di pandangan saya ada di antara mereka yang inginkan kemerdekaan, karena merasa lebih baik pisah. Padahal merdeka tidak harus pisah. Berikan saja hak-hak mereka, " jelasnya.

Adriana berpendapat perlu ada keterbukaan antara pemerintah dan masyarakat Papua untuk menuntaskan masalah ini.

"Konflik selalu ada di mana saja, bukan hanya di Papua. Yang bisa kita lakukan adalah mendengarkan apa yang diinginkan oleh mereka," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau