Masa Tunggu Calon Haji Kalteng hingga 10 Tahun

Kompas.com - 29/10/2011, 22:04 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com — Masa tunggu calon jemaah haji Kalimantan Tengah untuk bisa berangkat ke Tanah Suci sudah mencapai 10 tahun. Kuota jemaah untuk Kalteng sebanyak 1.349 orang pada 2011 dengan daftar tunggu sudah lebih dari 12.000 orang. Masalah itu diupayakan berkurang dengan penambahan kuota.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalteng Djawahir Tantowi, permintaan tambahan kuota sudah dipenuhi. "Cukup menggembirakan. Kalteng mendapatkan tambahan kuota sebanyak 214 orang. Saya kira itu bagus sekali," ujar Djawahir, Sabtu (29/10/2011), di Palangkaraya, Kalteng.

Penambahan itu membuat kuota Kalteng menjadi 1.563 orang pada 2012. Jumlah itu pun belum memenuhi permintaan awal sebesar 1.600 orang per tahun. Penambahan itu bagian dari permintaan peningkatan jumlah kuota di Indonesia kepada Pemerintah Arab Saudi.

"Pada 2011, kuota haji nasional ditambah sebesar 10.000 orang yang terdiri dari 7.000 jemaah reguler dan 3.000 jemaah khusus," tutur Tantowi.

Ia menambahkan, embarkasi haji di Kalteng dilakukan melalui Solo, Jawa Tengah, dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau