Gaun Cocktail dari Tenun Krajan Troso

Kompas.com - 30/10/2011, 12:43 WIB

KOMPAS.com - Setelah sempat vakum selama lima tahun, desainer Nani Rachmad mengaku mengalami kerinduan untuk kembali berkarya di dunia fashion. Selain kerinduan tersebut, alasannya untuk kembali menekuni dunia ini adalah ajakan perancang Ramli untuk kembali mengolah kain-kain tradisional. Bahkan, pagelaran busana bertajuk "Proud of Indonesia" yang digelar di fX Lifestyle X'nter, Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2011) lalu, antara lain diadakan untuk menandani kembalinya Nani ke dunia fashion.

Pada pagelaran busana yang diprakarsai Ramli tersebut Nani memilih menggunakan kain tenun dari Krajan Troso, Jepara, Jawa Tengah, sebagai bahan baku rancangannya. Tenun krajan troso ini dipilih karena dibandingkan tenun daerah lainnya, Nani menilai tenun krajan troso  ini lebih tipis dan halus. Boleh dibilang, kain tenun ini mirip seperti thai silk yang lebih fleksibel di tubuh.

Nani mengolah kain tenun krajan troso ini dengan menggunakan konsep gaun cocktail untuk anak muda dan baju kasual untuk perempuan usia 40 tahunan. "Sekarang ini para perempuan cenderung memakai kembali kain tradisional sebagai baju, daripada baju dari kain sifon, atau yang lain, karena mereka kadang tak nyaman dengan bentuk tubuhnya. Namun hal ini tak berarti bahwa kain tenun hanya bisa digunakan untuk orang tua saja, (anak muda juga bisa) hanya  tergantung modelnya," ungkap Nani pada Kompas Female.

Ciri khas dari rancangan Nani adalah penggunaan warna-warna cerah dan motif tabrak warna. Warna tenunnya memang sedikit gelap karena menggunakan pewarna alami. Untuk mendapatkan warna yang sedikit lebih cerah, harus ditambahkan sedikit pewarna buatan. Hasilnya jelas terlihat pada koleksi busana kasual yang warnanya lebih kalem dengan dominasi warna pastel, seperti hijau lumut, kuning tua, serta krem.

Tabrak warna yang digunakan, antara kuning, hijau, dan sedikit semburat merah, terasa sangat indah dan lembut dilihat. Busana yang didominasi dengan bentuk A-line ini juga terasa lebih memudahkan pergerakan, serta tak terlalu menonjolkan bentuk tubuh. Lain halnya dengan gaun cocktail untuk kaum muda. Aura gaun cocktail ala Nani ini terasa lebih seksi dengan dominasi gaun bentuk sackdress yang banyak menonjolkan bahu.

Gaun cocktail ini didominasi dengan warna-warna yang agak tua dan lebih bermotif. Motif yang digunakan antara lain garis-garis ataupun motif khas tenun lainnya. Gaun ini lebih banyak menonjolkan garis feminin dengan penggunaan rok mini dengan model lipatan rempel penuh yang berdekatan. Dengan penggunaan warna yang lebih monokrom serta menonjolkan motif, gaun ini semakin seksi dengan tambahan aksen berupa batu alam buatan yang berwarna-warni.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau