Pemilu gubernur

PDI-P Buka Peluang Pinang Foke Jadi DKI 1

Kompas.com - 30/10/2011, 14:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo disebut-sebut akan kembali mencalonkan diri dalam Pilkada DKI Jakarta 2012. Namun, informasi soal kendaraan politik yang digunakan Foke, sapaan akrabnya, masih buram.

Santer terdengar Foke kini mulai merapat ke partai berlambang banteng, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Hal ini pun tersirat dari pernyataan Pelaksana Harian Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta Djarot Syaifullah Hidayat, Minggu (30/10/2011), dalam jumpa pers di Kantor DPP PDI-P, Jakarta.

"Foke berpeluang (dicalonkan PDI-P) karena elektabilitas dan popularitas dia memang tinggi, mungkin karena dia juga incumbent," ucap Djarot.

Namun, lanjutnya, tingkat popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas Foke masih harus dilihat apakah memiliki kecenderungan untuk terus naik. "Kami akan ikuti perkembangan masing-masing calon. Semua masih berpeluang," ujarnya.

Ia menjelaskan, jika ada kandidat yang dianggap PDI-P berpeluang kuat menjadi DKI 1 termasuk juga Foke, maka pihaknya akan langsung menjemput bola. "Kami akan dekati siapa saja yang berbobot. Kami akan lakukan pendekatan agar orang itu mau mencalonkan dirinya ke kami," tutur Djarot.

Djarot mengatakan, dilihat dari kinerja Foke selama empat tahun ini, memang banyak kritik terkait pembangunan di Ibu Kota. Namun, hal itu bukanlah kesalahan gubernur ataupun wakil gubernur. "Tidak bisa kita tutupi kalau mau jujur, pemerintah pusat juga harus bertanggung jawab," katanya.

Sebelumnya, pada Pilkada DKI 2009, Foke didukung oleh 24 partai politik, di antaranya Partai Golkar, PDI-P, dan Partai Demokrat. Namun, kini kendaraan politik Foke seakan mundur satu per satu.

Golkar memiliki tiga nama kadernya yang berperang menjadi bakal cagub terpilih. Sementara di Demokrat, Foke yang kini menjabat anggota Dewan Pembina Partai Demokrat terhadang dengan hilangnya dukungan dari tingkat daerah. DPD Partai Demokrat DKI Jakarta kini lebih memilih Nachrowi Ramli daripada kembali mengusung Foke.

Kini, Foke dikabarkan mulai dekat dengan PDI-P. Dalam beberapa acara PDI-P, Foke tampak hadir. Salah satunya acara halalbihalal kader PDI-P se-DKI Jakarta di Istora Senayan beberapa waktu lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau