Politik

PKS: Banyak yang Mengusulkan Keluar dari Koalisi

Kompas.com - 30/10/2011, 21:25 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishak mengakui, pihaknya banyak mendapatkan usulan dari kader, termasuk yang berada di daerah, agar partai politik itu keluar dari koalisi. Hal itu dikatakan Luthfi seusai rapat kerja wilayah Dewan Pimpinan Wilayah PKS Sumut di Medan, Minggu (30/10/2011).

"Persentasenya saya tidak hafal, tetapi cukup signifikan," kata Luthfi.

Menurut Luthfi, pihaknya telah menampung seluruh aspirasi politik dan dinamika dari kader PKS terkait reshuffle yang dilakukan Presiden Yudhoyono tersebut.

"Seluruh aspirasi tersebut telah dirangkum dan diserahkan ke Majelis Syuro PKS untuk menentukan sikap politik dalam koalisi," katanya.

Luthfi mengungkapkan, pihaknya akan menaati keputusan Majelis Syuro jika memutuskan PKS keluar dari koalisi yang telah dibentuk dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II ataupun memutuskan sebaliknya. Menurut dia, banyaknya usulan agar keluar dari koalisi karena PKS dinilai tidak mendapatkan banyak manfaat dari mitra politiknya.

PKS, kata Luthfi, justru pernah meraih kejayaan ketika tidak ikut dalam koalisi pada pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Setelah memutuskan untuk tidak ikut koalisi, PKS mampu meraih 45 kursi di DPR pada Pemilu 2004 atau mengalami peningkatan dibandingkan dengan Pemilu 1999 yang hanya mendapatkan tujuh kursi. Namun, ketika PKS ikut terlibat koalisi dalam KIB pertama, parpol tersebut hanya mendapatkan 57 kursi pada Pemilu 2009.

"Hanya meningkat 12 kursi. Jadi, wajar kalau ada yang mengusulkan keluar dari koalisi," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau