Inter dalam Gonjang-ganjing

Kompas.com - 31/10/2011, 00:03 WIB

MILAN, KOMPAS.com — Atmosfer di kubu Inter Milan semakin panas. Bahkan, media-media Italia melaporkan, "I Nerazzurri" dalam kondisi gonjang-ganjing karena dipenuhi kekecewaan dan kemarahan menyusul kekalahan 1-2 dari Juventus, Sabtu atau Minggu (30/10/2011) dini hari WIB.

Inter memang mengawali musim kompetisi dengan buruk. Baru dua musim lalu mereka meraih treble winners di bawah Pelatih Jose Mourinho. Kini, mereka hanya menang 2 kali, seri 2 kali, dan kalah 5 kali dalam 9 pertandingan pertama. Inter pun kini terbenam di urutan ke-17 klasemen sementara Liga Serie-A.

Setelah ditinggalkan Mourinho, Inter sudah berganti tiga pelatih. Semula Rafael Benitez, kemudian diganti Leonardo. Tak puas, Inter ditangani Gianpiero Pazzini di awal musim 2011-12. Namun, dia tak bertahan lama dan segera digantikan Claudio Ranieri. Ternyata, Inter belum juga menanjak.

Presiden Inter, Massimo Moratti, dikabarkan kecewa berat setelah kalah 1-2 dari Juventus. Dia menolak memberi komentar kepada wartawan. Bahkan, seusai pertandingan dia mendatangi ruang ganti dan meluapkan kemarahannya selama setengah jam.

Di luar stadion, sebagian suporter marah. Mereka bahkan melontarkan tuntutan keras, yakni meminta Moratti menjual klubnya.

Kekecewaan juga ditunjukkan oleh Mauro Zarate karena diganti setelah babak pertama berakhir. Dia langsung meninggalkan Stadion Giuseppe Meazza, meninggalkan tim.

Striker asal Argentina, Diego Milito, juga kecewa karena tak dimasukkan ke dalam daftar tim. Saat meninggalkan stadion menuju bus tim, dia mengeluarkan pernyataan dengan nada sarkastis.

"Saya sangat bahagia," kata Milito kepada La Gazetta dello Sport dengan nada ketus. (FBI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau