Ercis, Minggu
Proses pencarian dan penyelamatan korban di kota Van, ibu kota provinsi Van, Turki timur, sudah dihentikan sejak Sabtu (29/10). Sementara tim penyelamat masih mencari korban selamat di dua lokasi di kota Ercis.
Deputi Perdana Menteri Turki Besir Atalay, Sabtu, mengatakan, seluruh proses pencarian korban selamat akan dihentikan pada Minggu (30/10).
Hingga Minggu, jumlah korban tewas akibat gempa bermagnitudo 7,2 sepekan lalu telah mencapai 596 orang dan korban luka-luka menjadi 4.152 orang. Menurut Atalay, tim penyelamat telah berhasil mengeluarkan 231 korban yang terjebak di balik reruntuhan bangunan dalam keadaan hidup.
Korban selamat terakhir yang ditemukan adalah Ferhat Tokay (12) yang terjebak selama lebih dari 108 jam sebelum diselamatkan, Jumat lalu. Kemungkinan menemukan kembali korban selamat pun makin kecil setelah itu.
”Kecuali ada mukjizat, kemungkinannya sangat kecil ada orang lain yang bisa ditemukan masih hidup di bawah reruntuhan bangunan dalam cuaca sedingin ini,” kata seorang dokter.
Dengan penghentian proses pencarian korban selamat ini, otoritas Turki kini berkonsentrasi pada pemulihan pelayanan publik di dua kota itu dan memberikan tempat tinggal yang layak sebelum musim dingin tiba.
Di Ercis, sebagian toko dan ATM mulai beroperasi, Minggu. Listrik pun mulai menyala kembali di sebagian wilayah kota yang mulai dibersihkan menggunakan buldoser.
Namun, pemerintah memperingatkan warga untuk tetap berhati-hati menggunakan air leding karena dikhawatirkan telah tercampur air limbah saat pipa-pipa penyalur air leding pecah pada waktu gempa.
Selain itu, puluhan ribu warga juga mengkhawatirkan kondisi tempat tinggal mereka. Warga belum berani pulang ke rumah masing-masing karena masih takut dengan gempa susulan.
Sejak gempa pertama terjadi pada Minggu sore pekan lalu, telah terjadi tak kurang dari 1.400 gempa susulan. Hari Minggu pagi gempa susulan bermagnitudo 5,3 kembali memicu kepanikan warga.
”Rumah kami masih utuh, tetapi kami tinggal di tenda karena ketakutan. Kami akan pulang setelah gempa susulan tak ada lagi dan pemerintah menyatakan rumah kami aman,” tutur Fadli Kocak, seorang pengusaha roti di Ercis.
Akibatnya, kebutuhan tenda pun melonjak pesat. Pemerintah mengaku sudah menyebar sedikitnya 43.000 tenda di kota Van, tetapi tetap terjadi antrean panjang warga yang meminta tenda.
Padahal, dengan hujan dan hujan salju yang mulai turun dan suhu udara mendekati titik beku pada malam hari, tenda bukanlah tempat tinggal yang layak. Beberapa warga mulai sakit akibat berhari-hari tidur di tenda.