Frankfurt, Minggu
Mantan banker Goldman Sachs berusia 64 tahun itu secara resmi akan menggantikan Jean-Claude Trichet sebagai pengawal euro, Selasa (1/11), dan langsung memimpin rapat bulanan ECB pada Kamis. ECB akan mendiskusikan soal tingkat suku bunga di bawah pimpinan Mario Draghi.
Tantangan Draghi di kursi kemudi ECB tidak ringan karena para analis mengatakan zona euro sangat sulit keluar dari krisis. Ketika Yunani dapat bernapas lega sementara karena keputusan para pemimpin Eropa itu, tanah air Draghi masih akan berjuang melawan timbunan utangnya. Lagi pula, dengan pertumbuhan ekonomi yang melemah di seluruh pelosok dunia, ancaman resesi masih belum akan pudar.
Di Italia, Draghi dikenal sebagai orang yang mampu menangani sistem perbankan dan memperbaiki citra bank sentral Italia. Dia dikenal di kalangan internasional dan mendapatkan pujian karena membantu mengurai krisis pada tahun 2008-2009. Draghi dapat mengembalikan kredibilitas bank sentral Italia setelah dicemari skandal yang melibatkan mantan gubernurnya, Antonio Fazio.
Ekonom yang sering disapa dengan nama Super Mario oleh pers ini juga dikenal sebagai penerus Carlo Azeglio Ciampi, gubernur bank sentral Italia yang akhirnya menjadi Presiden Italia antara tahun 1999 dan 2006.
Bagi Draghi, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, di antaranya, seruan untuk memangkas tingkat suku bunga untuk mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi. ECB juga harus terus memantau tingkat inflasi di Eropa. Selain itu, ECB juga memiliki peran besar dalam mengatasi krisis.
Para pengamat mengatakan, kemungkinan Draghi akan memangkas tingkat suku bunga dalam dua hari pertama masa jabatannya sebagai gubernur pekan ini. Ekonom Berenberg Bank, Christian Schulz, mengatakan, pemangkasan tingkat suku bunga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan tanpa ada risiko meningkatnya inflasi.
”Selamat bertugas, Mr Draghi,” demikian tulis harian Inggris, The Telegraph, edisi Jumat akhir pekan lalu.
Para analis sepakat bahwa kebijakan peninggalan Trichet yang selama beberapa tahun telah berusaha menjaga euro dan ECB melalui masa krisis masih tidak jelas. Pada Mei 2010, bankir asal Perancis itu mungkin mengambil langkah yang sangat kontroversial dalam kariernya dengan memutuskan bahwa ECB harus membeli obligasi dari negara di zona euro yang sedang sulit mendapatkan dana dari pasar.
Trichet, yang sering disebut dengan panggilan ”Ayatollah dari franc yang kuat”, selama menjabat sebagai Gubernur Bank Perancis membela langkah tersebut. Dia mengatakan, itu merupakan langkah sementara saja.
Dua bankir ternama Jerman, Presiden Bundesbank Axel Weber dan Ekonom Kepala Juergen Stark, mundur karena tidak sepakat dengan kebijakan tersebut. ”Juri perlu memeriksa apakah Jean-Claude Trichet merupakan orang yang menyelamatkan euro,” tulis Guntram Wolff, Wakil Direktur Bruegel, lembaga pemikir di Brussels.