Bank sentral eropa

Draghi Segera Gantikan Trichet

Kompas.com - 31/10/2011, 02:31 WIB

Frankfurt, Minggu - Dalam pekan ini fokus perhatian dunia finansial internasional akan tertuju pada sosok Mario Draghi dari Italia yang akan menempati pucuk pimpinan Bank Sentral Eropa (ECB). Pengangkatan Draghi itu hanya beberapa hari setelah para pemimpin Eropa menyepakati rencana penyelamatan Eropa dari krisis.

Mantan banker Goldman Sachs berusia 64 tahun itu secara resmi akan menggantikan Jean-Claude Trichet sebagai pengawal euro, Selasa (1/11), dan langsung memimpin rapat bulanan ECB pada Kamis. ECB akan mendiskusikan soal tingkat suku bunga di bawah pimpinan Mario Draghi.

Tantangan Draghi di kursi kemudi ECB tidak ringan karena para analis mengatakan zona euro sangat sulit keluar dari krisis. Ketika Yunani dapat bernapas lega sementara karena keputusan para pemimpin Eropa itu, tanah air Draghi masih akan berjuang melawan timbunan utangnya. Lagi pula, dengan pertumbuhan ekonomi yang melemah di seluruh pelosok dunia, ancaman resesi masih belum akan pudar.

Di Italia, Draghi dikenal sebagai orang yang mampu menangani sistem perbankan dan memperbaiki citra bank sentral Italia. Dia dikenal di kalangan internasional dan mendapatkan pujian karena membantu mengurai krisis pada tahun 2008-2009. Draghi dapat mengembalikan kredibilitas bank sentral Italia setelah dicemari skandal yang melibatkan mantan gubernurnya, Antonio Fazio.

Ekonom yang sering disapa dengan nama Super Mario oleh pers ini juga dikenal sebagai penerus Carlo Azeglio Ciampi, gubernur bank sentral Italia yang akhirnya menjadi Presiden Italia antara tahun 1999 dan 2006.

Bagi Draghi, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, di antaranya, seruan untuk memangkas tingkat suku bunga untuk mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi. ECB juga harus terus memantau tingkat inflasi di Eropa. Selain itu, ECB juga memiliki peran besar dalam mengatasi krisis.

Para pengamat mengatakan, kemungkinan Draghi akan memangkas tingkat suku bunga dalam dua hari pertama masa jabatannya sebagai gubernur pekan ini. Ekonom Berenberg Bank, Christian Schulz, mengatakan, pemangkasan tingkat suku bunga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan tanpa ada risiko meningkatnya inflasi.

”Selamat bertugas, Mr Draghi,” demikian tulis harian Inggris, The Telegraph, edisi Jumat akhir pekan lalu.

Para analis sepakat bahwa kebijakan peninggalan Trichet yang selama beberapa tahun telah berusaha menjaga euro dan ECB melalui masa krisis masih tidak jelas. Pada Mei 2010, bankir asal Perancis itu mungkin mengambil langkah yang sangat kontroversial dalam kariernya dengan memutuskan bahwa ECB harus membeli obligasi dari negara di zona euro yang sedang sulit mendapatkan dana dari pasar.

Trichet, yang sering disebut dengan panggilan ”Ayatollah dari franc yang kuat”, selama menjabat sebagai Gubernur Bank Perancis membela langkah tersebut. Dia mengatakan, itu merupakan langkah sementara saja.

Dua bankir ternama Jerman, Presiden Bundesbank Axel Weber dan Ekonom Kepala Juergen Stark, mundur karena tidak sepakat dengan kebijakan tersebut. ”Juri perlu memeriksa apakah Jean-Claude Trichet merupakan orang yang menyelamatkan euro,” tulis Guntram Wolff, Wakil Direktur Bruegel, lembaga pemikir di Brussels. (ap/afp)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau