5.000 Domba "Berdemo" di Madrid

Kompas.com - 31/10/2011, 09:34 WIB

MADRID, KOMPAS.com - Para gembala Spanyol menggiring ribuan ternak mereka ke jalan-jalan di pusat kota Madrid, Minggu (30/10/2011). Unjuk rasa itu dilakukan untuk melindungi hak menggembala, migrasi dan menggiring ternak yang terancam oleh meluaskan permukiman dan perbatasan buatan manusia.

Pemimpin dewan penggembala Spanyol, Jesus Garzon, mereka menggiring sekitar 5.000 domba dan 60 sapi melintasi kota menggunakan hak atas rute penggembalaan yang sudah ada sebelum Madrid tumbuh dari sebuah dusun pedesaan ke kota raya seperti saat ini. Dewan penggembala ini sendiri sudah terbentuk sejak tahun 1273.

Mengikuti tradisi kuno, seorang gembala kepala membayar 25 Maravedis, koin pertama dicetak di abad ke-11, untuk bisa menggunakan jalur penyeberangan, Garzon.

Para penggembala memiliki hak untuk menggunakan jalur sepanjang 125.000 kilometer untuk migrasi musiman dari padang rumput dataran tinggi dingin di musim panas untuk merumput di wilayah yang lebih hangat di musim dingin.

Gerakan ini disebut transhumance dan di Spanyol ini melibatkan sekitar satu juta hewan, terutama domba dan sapi.

Beberapa jalur telah digunakan setiap tahun selama lebih dari 800 tahun. Dan Madrid di masa modern berada di tengah dua rute utara-selatan, salah satunya dilakukan sejak 1372.

Ibukota Madrid bisa disebut kota modern berdasarkan standard Eropa, dan baru mendapat status pusat administrasi kerajaan Spanyol setelah Raja Philip II memindahkannya istananya pada 1561.

Ibukotanya adalah kota yang relatif modern oleh standar Eropa, hanya menerima statusnya sebagai pusat administrasi kerajaan Spanyol ketika Raja Philip II memindahkan istananya di 1561.

Akibatnya, Puerta del Sol, alun-alun luas di Madrid, "menghalangi" salah satu rute.

Selama 18 tahun terakhir, para penggembala menghentikan lalulintas ketika mereka menggunakan hak untuk melintasi jalur penggembalaan itu di musim gugur.

Banyak warga Spanyol menghargai tradisi kuno ini dan merasa bangga memiliki domba keturunan asli Spanyol seperti domba Merino yang telah menjadi tulang punggung industri wool di dunia.

Sepanjang musim panas, domba yang digiring ke jalan-jalan di Madrid pada Minggu kemarin digembalakan di daerah Brieva de Cameros, sekitar 300 kilometer dari Madrid, kata Garzon.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau