Pilkada babel

Penambahan Jumlah Pemilih Mencurigakan

Kompas.com - 31/10/2011, 09:44 WIB

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com- KPU Kepulauan Bangka Belitung harus menjelaskan penambahan jumlah calon pemilih untuk pemilihan gubernur secara transparan. Pasalnya, penambahan sangat besar dan tidak sesuai dengan rata-rata pertumbuhan penduduk.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kepuluan Bangka Belitung (Babel) Firman Pardede membenarkan potensi penambahan data pemilih yang mencurigakan. Pasalnya, selisih data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) sangat besar dibandingkan data pemilih tetap (DPT) terakhir.

"Kami berharap KPU tidak main-main dalam verifikasi pemilih. Selisih besar ini harus dijelaskan," ujarnya di Pangkal Pinang, Senin (31/10/2011).

Dalam DPT terakhir, tercatat 756.537 pemilih. Bahkan, DPT di empat dari tujuh kabupaten/kota di Babel ditetapkan pada tahun 2010 saat empat kabupaten menggelar pemilihan bupati. Sementara DP4 untuk Pilgub Babel tercatat 905.373 pemilih.

Jumlah DP4 lebih besar 154.836 pemilih atau setara 20,47 persen dibandingkan DPT pemilu terakhir. Selisih terbesar terdapat di Bangka. Dalam DPT Pemilu Presiden 2009 tercatat 117.781 pemilih. Sementara dalam DP4 Pilgub tercatat 209.991 pemilih atau lebih besar 92.210 (78,28 persen) dibandingkan DPT pilpres yang ditetapkan dua tahun sebelum DP4.

Padahal, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat pertumbuhan penduduk Babel sebesar 3,5 persen per tahun. Dengan demikian, persentase penambahan jumlah calon pemilih dalam DP4 lebih besar 6,4 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata laju penambahan penduduk versi BPS.

Bahkan, penambahan pemilih di Bangka lebih besar 24,8 kali dibandingkan laju penambahan penduduk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau