PANGKAL PINANG, KOMPAS.com- KPU Kepulauan Bangka Belitung harus menjelaskan penambahan jumlah calon pemilih untuk pemilihan gubernur secara transparan. Pasalnya, penambahan sangat besar dan tidak sesuai dengan rata-rata pertumbuhan penduduk.
Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kepuluan Bangka Belitung (Babel) Firman Pardede membenarkan potensi penambahan data pemilih yang mencurigakan. Pasalnya, selisih data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) sangat besar dibandingkan data pemilih tetap (DPT) terakhir.
"Kami berharap KPU tidak main-main dalam verifikasi pemilih. Selisih besar ini harus dijelaskan," ujarnya di Pangkal Pinang, Senin (31/10/2011).
Dalam DPT terakhir, tercatat 756.537 pemilih. Bahkan, DPT di empat dari tujuh kabupaten/kota di Babel ditetapkan pada tahun 2010 saat empat kabupaten menggelar pemilihan bupati. Sementara DP4 untuk Pilgub Babel tercatat 905.373 pemilih.
Jumlah DP4 lebih besar 154.836 pemilih atau setara 20,47 persen dibandingkan DPT pemilu terakhir. Selisih terbesar terdapat di Bangka. Dalam DPT Pemilu Presiden 2009 tercatat 117.781 pemilih. Sementara dalam DP4 Pilgub tercatat 209.991 pemilih atau lebih besar 92.210 (78,28 persen) dibandingkan DPT pilpres yang ditetapkan dua tahun sebelum DP4.
Padahal, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat pertumbuhan penduduk Babel sebesar 3,5 persen per tahun. Dengan demikian, persentase penambahan jumlah calon pemilih dalam DP4 lebih besar 6,4 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata laju penambahan penduduk versi BPS.
Bahkan, penambahan pemilih di Bangka lebih besar 24,8 kali dibandingkan laju penambahan penduduk.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang