Curah Hujan Tinggi, Penyebab Banjir Pondok Labu

Kompas.com - 31/10/2011, 14:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Banjir yang merendam daerah Pondok Labu sejak Minggu (30/10/2011) kemarin disebabkan oleh meluapnya permukaan sungai Krukut. Luapan ini dikarenakan tingginya curah hujan di wilayah hulu dan bukan merupakan kiriman dari daerah Bogor.

"Normalnya, kan, 5-10 mm per jam. Hujan semalam itu sampai 108 mm per jam. Tinggi sekali, kan, curahnya," kata Sekretaris Daerah DKI Jakarta Fadjar Panjaitan saat konferensi pers di Balaikota Jakarta, Senin (31/10/2011).

Banjir setinggi dada orang dewasa itu merendam sejumlah wilayah RW 03 di Pondok Labu. Beberapa wilayah tersebut adalah RT 09, RT 10, RT 11, RT 12, dan RT 14. Sebanyak 358 kepala keluarga dengan jumlah 1.268 jiwa terpaksa mengungsi.

"Dari 1.268 jiwa, 235 adalah balita. Jumlah rumah yang terendam sebanyak 325 rumah," ujar Fadjar.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi DKI, jumlah KK di RT 09 ada sebanyak 36 KK dengan jumlah 150 jiwa dan 30 rumah. Untuk RT 10, ada 29 KK dengan jumlah 60 jiwa dan 24 rumah. Sementara RT 11, penduduknya paling besar sebanyak 167 KK dengan jumlah 658 jiwa dan 122 rumah. Kemudian RT 12, jumlah KK sebanyak 90 dengan jumlah 250 jiwa dan 109 rumah. Selanjutnya untuk RT 14, ada sebanyak 36 KK yang tinggal dengan jumlah 150 jiwa dan 40 rumah.

"Memang belum ada persiapan dini untuk banjir kali ini. Tetapi, persiapan antisipasi banjir pada tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata Fadjar.

Dia menjelaskan, saat ini warga sudah diungsikan di beberapa titik, antara lain Jalan Bango 2, Jalan Bango 4, Masjid Darussalam, Pos Kamling RT 11 RW 03, dan salah satu gereja di wilayah tersebut. Selain itu, sejak semalam dapur umum juga sudah didirikan.

"Masyarakat sudah dievakuasi oleh aparat. Sudah dibangun dapur umum dan tenda pelayanan kesehatan. Juga disediakan makanan siap saji," ujar Fadjar.

Tidak hanya itu, di lokasi tersebut disediakan lima perahu yang berasal dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, Satpol PP, dan SAR Daerah. Tersedia juga tiga unit tenda peleton dari Dinas Sosial dan TNI AD. Disediakan pula mobil dapur umum dan pos kesehatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau