Legenda Di Balik Keindahan Kuta Lombok

Kompas.com - 31/10/2011, 15:05 WIB

KOMPAS.com – Setiap mendengar lokasi wisata Pantai Kuta, pasti yang terbersit adalah Bali. Jangan salah sangka, Pantai Kuta juga ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat dan cukup diminati oleh para wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Meskipun begitu, kondisi Pantai Kuta Lombok ini jauh lebih tenang.

Maklum saja, di sekitar Pantai Kuta Lombok ini hanya tersedia sedikit penginapan sehingga banyak wisatawan yang memilih untuk menginap di Mataram. Kekhasan dari Pantai Kuta Lombok adalah pasirnya yang berbentuk seperti butiran merica bercampur dengan batuan kecil berwarna merah. Pantai Kuta Lombok ini juga menawarkan keindahan bukit-bukit kecil di sekelilingnya yang menarik sebagai obyek foto.

Biasanya Pantai Kuta Lombok ini menjadi sangat ramai pada bulan Februari atau Maret karena ada sebuah upacara tahunan. Selain wisatawan, penduduk lokal pun akan tumpah ruah di pantai ini pada upacara yang dikenal dengan upacara Bau Nyale. Nyale adalah sejenis cacing laut yang berjumlah milyaran dan hanya muncul setahun sekali di Pantai Kuta Lombok.

“Hanya di Pantai Kuta Lombok saja munculnya. Biasanya warga sini keluar setelah subuh, karena Nyale itu munculnya sekitar jam 04.00 atau 05.00. Nyale ini dipercaya dapat membawa berkah,” ujar penduduk lokal, Santiago.

Di balik upacara Bau Nyale ini, ternyata ada legenda yang dipercaya oleh masyarakat Nusa Tenggara Barat. Konon Nyale ini adalah jelmaan dari Putri Mandalika yang menceburkan dirinya ke laut karena menjadi rebutan beberapa pria. Agar tidak pecah perang, maka putri cantik ini memilih untuk menceburkan diri ke laut dan berjanji akan terus kembali pada waktu tertentu.

“Dari situ, warga percaya Nyale itu adalah jelmaan sang Putri dan kini semua orang bisa mendapatkan putri yang berwujud Nyale,” jelasnya.

Nama putri cantik dalam legenda Nusa Tenggara Barat ini pun diabadikan menjadi kawasan resor di sepanjang Pantai Kuta Lombok yaitu Mandalika Resort. Apakah Pantai Kuta Lombok tetap akan indah dan bersih jika nanti kawasan resor tersebut muncul? Kita nantikan saja kehadiran Mandalika Resort yang akan dibangun sebagai kawasan resor terintegrasi layaknya Nusa Dua Resort di Bali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau