Ibadah haji

392 Jemaah di Kloter Terakhir dari Surabaya

Kompas.com - 31/10/2011, 22:18 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com Jemaah haji kelompok terbang (kloter) terakhir dari embarkasi Surabaya yang berangkat ke tanah suci Mekkah, Senin (30/10/2011) malam, hanya terdiri atas 392 orang.

Para jemaah haji tersebut berasal dari Pamekasan 60 orang, Malang (136 orang), dan dari Surabaya 196 orang.

"Kloter terakhir meninggalkan Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Senin pukul 20.10 WIB dan mereka dijadwalkan mengudara (take off) di Bandara Juanda, Surabaya, pukul 22.00 WIB," kata Wakil Sekretaris I Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)  Embarkasi Surabaya, Drs H Sutarno P.

Didampingi Kepala Humas PPIH Embarkasi Surabaya, H Fatchul Arief, ia menjelaskan, hingga kloter terakhir embarkasi Surabaya itu terbang ke Tanah Suci, tercatat open seat (kursi kosong) hampir satu kloter (450 orang), yakni 408 orang dengan berbagai sebab.

"Ada ratusan calon haji yang tertunda berangkat, ada calon haji yang mutasi ke daerah lain, dan penyebab lainnya. Calon haji yang tertunda berangkat juga disebabkan berbagai hal, di antaranya sakit, meninggal dunia, dan sebagainya," katanya.

Menurut Fatchul, PPIH Embarkasi Surabaya semula dijadwalkan melayani 90 kloter jemaah haji, tetapi akibat penambahan kuota haji untuk keempat provinsi yang dilayani PPIH Embarkasi Surabaya (Jatim, Bali, NTB, NTT) maka jumlah kloter bertambah dua kloter.

"Untuk kloter 91 berisi 419 calon haji yakni 111 calon haji dari Provinsi Bali, 291 calon haji dari Provinsi NTB, dan 17 calon haji dari Surabaya (Jatim), namun calon haji dari NTB tidak masuk asrama haji, melainkan mereka menunggu di lokasi transit di Bandara Juanda Surabaya," katanya.

Untuk penerbangan pada hari terakhir, Senin ini, ungkap Fatchul, tercatat empat kloter, yakni 89, 90, 91, dan 92. "Kloter 89 berisi 450 calon haji semuanya dari NTT, sedangkan kloter 90 berisi 298 calon haji dari NTT dan 147 calon haji dari Surabaya (Jatim).”

Data yang terkumpul di Pusat Pengolah Data PPIH Embarkasi Surabaya, tercatat tujuh jemaah haji yang masih terbaring sakit di RSU Haji Surabaya dengan berbagai macam penyakit yang diderita.

Sumber: Antara

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau