Malam Hari, Udara Kota Mekkah Sejuk

Kompas.com - 31/10/2011, 23:26 WIB

MEKKAH, KOMPAS.com — Udara kota Mekkah pada malam hari relatif sejuk sehingga menambah nikmat umat Islam yang menunaikan ibadah haji. Saat ini Kawasan Masjidil Haram menjadi pusat kegiatan jemaah haji di kota Mekkah. Pada siang hari pun panasnya tidak terlalu menyengat.

"Biasanya kalau siang hari, udara Mekkah sangat panas ditambah tiupan angin yang juga terasa panas, tapi sekarang alhamdulillah tidak terlalu panas," kata Mustofa Kamal, Pemimpin Regu 12, Kelompok Terbang 52, Senin (31/10/2011) di Mekkah. Mustofa sendiri hampir setiap tahun menunaikan ibadah haji.

Wartawan Kompas Tjahja Gunawan Diredja melaporkan dari Mekkah, pada Senin pagi dilaksanakan shalat Istisqo (shalat meminta hujan). 

Menjelang puncak perayaan Musim Haji 2011, Bandara King Abdul Azis di Jeddah mulai ditutup pada Selasa, 1 November, untuk kedatangan jemaah haji. Saat ini umat Islam yang menunaikan rukun Islam kelima ini terus memadati Masjidil Haram. Sementara petugas yang berjaga di sekitar Ka'bah semakin sibuk mengarahkan jemaah untuk memperlancar kegiatan jemaah lain yang melakukan tawaf dan sa'i.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau