Energi

Indonesia Menjadi Penting bagi Shell

Kompas.com - 01/11/2011, 02:52 WIB

Singapura, Kompas - Royal Dutch Shell plc (Shell) memandang Indonesia sebagai negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi bagus di kawasan dan merupakan pasar yang penting.

Karena itu, perusahaan pertambangan dan energi ini ingin terus mengembangkan semua peluang untuk mendukung Indonesia agar terus berkembang sampai pada tingkat yang bagus.

Hal itu diungkapkan CEO Shell Peter Voser, Senin (31/10), di Singapura, dalam acara Singapore Energy Summit, seperti dilaporkan wartawan Kompas Hermas E Prabowo dari Singapura.

Acara ini dihadiri para pemangku kepentingan, mulai pemerintah, akademisi, pakar energi, hingga pengusaha dari 60 negara.

Peter mengatakan, Shell merupakan perusahaan besar yang secara nyata memiliki keahlian, teknologi, dan inovasi dalam pengembangan energi, termasuk terminal LNG terapung (FLNG).

Terkait dengan pengembangan bisnis industri hilir di Indonesia, pertumbuhan Shell sangat signifikan. Saat ini Shell sudah memiliki 52 SPBU. ”Kami memahami kebutuhan konsumen,” katanya.

Kebijakan harga

Peter memastikan, Shell memiliki semua keahlian dan inovasi dalam mencari solusi energi, terutama untuk memasok pasar dan pengembangan pasar ritel.

Terkait kebijakan subsidi BBM di Indonesia, Peter mengatakan, dalam jangka panjang Shell berharap ada kebijakan harga sesuai harga pasar sehingga Shell bisa berharap untuk mengembangkan bisnisnya.

Terkait rencana pembangunan terminal LPG terapung (FLPG), Shell Upstream Overseas Services telah menjalin kesepakatan dengan Inpex Corporation (Inpex Masela Ltd) dalam pengembangan FLPG di Blok Masela di Laut Arafura, Indonesia. Shell berkomitmen memberikan kontribusi 30 persen, termasuk dalam hal keahlian dan teknologi.

Inpex sendiri tertarik bekerja sama dengan Shell karena menjadi perintis dalam pembangunan FLNG dan dengan membangun FLNG di Australia.

Meski begitu, untuk FLNG di Indonesia hingga kini Shell masih menunggu persetujuan dari pemerintah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau