Singapura, Kompas
Karena itu, perusahaan pertambangan dan energi ini ingin terus mengembangkan semua peluang untuk mendukung
Hal itu diungkapkan CEO Shell Peter Voser, Senin (31/10), di Singapura, dalam acara Singapore Energy Summit, seperti dilaporkan wartawan Kompas
Acara ini dihadiri para pemangku kepentingan, mulai pemerintah, akademisi, pakar energi, hingga pengusaha dari 60 negara.
Peter mengatakan, Shell merupakan perusahaan besar yang secara nyata memiliki keahlian, teknologi, dan inovasi dalam pengembangan energi, termasuk terminal LNG terapung (FLNG).
Terkait dengan pengembangan bisnis industri hilir di Indonesia, pertumbuhan Shell sangat signifikan. Saat ini Shell sudah memiliki 52 SPBU. ”Kami memahami kebutuhan konsumen,” katanya.
Peter memastikan, Shell memiliki semua keahlian dan inovasi dalam mencari solusi energi, terutama untuk memasok pasar dan pengembangan pasar ritel.
Terkait kebijakan subsidi BBM di Indonesia, Peter mengatakan, dalam jangka panjang Shell berharap ada kebijakan harga sesuai harga pasar sehingga Shell bisa berharap untuk mengembangkan bisnisnya.
Terkait rencana pembangunan terminal LPG terapung (FLPG), Shell Upstream Overseas Services telah menjalin kesepakatan dengan Inpex Corporation (Inpex Masela Ltd) dalam pengembangan FLPG di Blok Masela di Laut Arafura, Indonesia. Shell berkomitmen memberikan kontribusi 30 persen, termasuk dalam hal keahlian dan teknologi.
Inpex sendiri tertarik bekerja sama dengan Shell karena menjadi perintis dalam pembangunan FLNG dan dengan membangun FLNG di Australia.
Meski begitu, untuk FLNG di Indonesia hingga kini Shell masih menunggu persetujuan dari pemerintah.