JAKARTA, KOMPAS.com- Tekanan dari Yunani tampaknya bakal menggerus pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, Rabu (2/11/2011) pagi ini. Di tengah aksi jual, investor bisa kembali melirik saham-saham yang valuasinya murah untuk dibeli.
Riset Indosurya Securities memperkirakan, hari ini IHSG akan berada pada support 3.610-3.647 dan resistance 3.756-3.800. IHSG hampir membentuk black marubozu. Posisi candle menjauhi upper bollinger bands.
MACD mulai tertahan kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak turun setelah berada di atas area jenuh beli. Adanya rilis inflasi dan kinerja emiten tampaknya tidak cukup kuat untuk menahan pelemahan saham-saham di BEI.
"Kemungkinan aksi jual masih akan berlanjut. Namun demikian, bagi sebagian investor mungkin akan ada yang menilai valuasi saham-saham di BEI mulai murah sehingga memanfaatkan pelemahan ini dengan perlahan akumulasi saham-saham pilihan," kata Managing Research Indosurya Securities, Reza Priyambada.
Kemarin, IHSG belum beranjak dari zona merah, sementara tekanan jual masih terjadi pada perdagangan kemarin. Rilis inflasi dan imbas perbaikan kinerja emiten tidak mampu membendung arah pelemahan IHSG.
Kondisi ini merespon pelemahan pergerakan m ayoritas bursa saham Asia yang dipicu melemahnya penutupan perdagangan bursa saham Eropa dan AS setelah kabar perusahaan perdagangan MF Global Holdings yang mendaftarkan perlindungan kebangkrutan karena memiliki surat utang Eropa.
Kabar ini memicu kekhawat iran terhadap luasnya dampak krisis Eropa terhadap sektor finansial. Saham-saham di BEI pun ikut terseret imbasnya. Apalagi Rupiah juga melemah setelah naiknya dollar AS karena merespon intervensi terhadap Yen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang