Berebut Warisan, Tewas Bersimbah Darah

Kompas.com - 02/11/2011, 09:59 WIB

LEMBOR, KOMPAS.com - Valetinus Pajo (44) tewas bersimbah darah dibunuh keluarganya sendiri ketika terlibat perkelahian merebut lahan persawahan di Desa Lalong, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (1/11/2011) kemarin.

Aparat kepolisian telah mengamankan dua tersangka, dua orang lainnya masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Lembor. Perkelahian Pajo dengan keempat pelaku yang berjalan tak seimbang itu pecah pukul 06.00 wita.

Perkelahian dipicu perebutan tanah warisan di persawahan Lalong. Para pelaku maupun korban masih memiliki hubungan keluarga/darah dari orangtua mereka. Pajo merupakan anak dari Yohanes Dambor, sedangkan empat pelaku, yakni Tomas Mehu, Agustinus Harsi, Ferdinandus Tulur dan Frans Dula merupakan anak dari Donas Daot.

Diduga, sengketa perebutan lahan persawahan antara korban dan keempat pelaku sudah berlangsung lama dan tak ada penyelesaiannya. Pada Selasa (1/11/2011) pagi, korban dan para pelaku bertemu di lokasi persawahan yang disengketakan untuk menyelesaikannya, namun tak ada kata sepakat sehingga memicu perkelahian.

Pajo pun dibunuh oleh keluargannya sendiri. Belum diketahui persis kejadian awalnya, namun pihak kepolisian masih melakukan olah TKP untuk memastikan pemicu peristiwa pembunuhan tersebut.

Kepala Polsek Lembor, Iptu Mega Putra, yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan peristiwa tersebut dan polisi telah melakukan olah TKP. "Korban maupun para pelaku sudah divisum oleh petugas medis. Sedangkan jasad Pajo sudah diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan," kata Mega.

"Kami masih mengembangkan penyelidikannya. Dua pelaku sudah diamankan. Situasi sudah terkendali. Namun penjagaan masih diperketat mengantisipasi adanya perkelahian lanjutan," kata Mega lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau