Penempatan Guru di Daerah Terpencil Diperbanyak

Kompas.com - 02/11/2011, 13:55 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Jumlah guru yang ditempatkan di daerah terpencil akan diperbanyak. Hal ini dilakukan untuk mengatasi ketertinggalan dan pemerataan tenaga pendidikan karena selama ini ada ketimpangan dengan jumlah guru yang ditugaskan di kota.

Pembantu Rektor I Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Khairil Ansari mengatakan, tahun ini pemerintah sedikitnya akan merekrut 3.500 sarjana pendidikan yang akan ditempatkan di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) di Indonesia. Dengan penambahan jumlah guru di daerah terpencil ini, permasalahan pendidikan yang terjadi di daerah terpencil diharapkan dapat terselesaikan. Permasalahan tersebut seperti kekurangan tenaga guru dan tingginya angka putus sekolah.

"Pemerintah terus berupaya melakukan percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T dengan memberdayakan sarjana pendidikan dalam rangka pembekalan calon pendidik profesional melalui program ini," kata Khairil, Rabu (2/11/2011), di Jakarta.

Guru-guru yang ditempatkan di daerah terpencil tersebut nantinya akan diberikan beberapa kemudahan, misalnya mendapatkan beasiswa untuk mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Dengan catatan, guru tersebut minimal harus sudah mengajar selama setahun di daerah terpencil. Dari 3.500 sarjana pendidikan yang akan direkrut, Unimed sebagai salah satu penyelenggara mendapatkan jatah 250 sarjana pendidikan.

Selama mengajar di pelosok, tenaga pendidik akan menerima biaya hidup Rp 2 juta per bulan. Setelah kembali dari tempat bekerja, mereka akan dapat kesempatan mengikuti PPG. Begitu lulus, mereka berhak mendapat predikat sebagai guru profesional.

"Namun, jika sebelum waktunya tenaga pendidik sudah meninggalkan tugasnya, mereka akan diberi sanksi, seperti mengembalikan biaya yang telah diberikan kepadanya," kata Khairil.

Khairil mengungkapkan, ada beberapa daerah yang akan menjadi sasaran pengiriman tenaga pendidik daerah terpencil yang sudah lulus mengikuti seleksi dan pembekalan, yakni  Provinsi Aceh, Kepulauan Riau, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara.

Sementara itu, daerah pelosok sasaran pengiriman sarjana pendidikan Unimed adalah Kabupaten Simeulue dan Aceh Barat, Aceh. Untuk Simeulue sebanyak 150 orang guru dan Aceh Barat sebanyak 100 guru.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau