Bank DKI Gandeng Western Union

Kompas.com - 02/11/2011, 17:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank DKI menjalin kerja sama strategis dengan PT Rintis Sejahtera untuk mengembangkan layanan anjungan tunai mandiri (ATM) dan Western Union untuk mengembangkan layanan pengiriman uang. Peluncuran fitur produk dan pengembangan jaringan layanan Bank DKI itu dilaksanakan di Jakarta, Rabu (2/11/2011).

Dalam acara itu, hadir Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono, Direktur Utama PT Rintis Sejahtera Iwan Setiawan, Direktur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara Raharjo Arjosiswoyo, dan Wali Kota Jakarta Utama Bambang Sugiyono. Melalui sinergi dengan PT Rintis Sejahtera, Bank DKI telah tergabung dalam jaringan ATM Prima, kata Eko.

Sebelumnya, Bank DKI telah tergabung dalam jaringan ATM Bersama. Dengan demikian, nasabah Bank DKI dapat bertransaksi di ATM bank lain yang tergabung dalam jaringan ATM Prima dan ATM Bersama.

Iwan Setiawan menambahkan, saat ini jaringan ATM Prima beranggotakan 43 bank yang terhubung melalui lebih dari 22.000 mesin ATM serta 112.000 mesin electronic data capture (EDC).

Selain itu, Bank DKI juga melengkapi layanan pengiriman uang melalui BPD Net Online, bekerja sama dengan Western Union.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau