Polri Kirim Tim untuk Cek Dana dari Freeport

Kompas.com - 02/11/2011, 20:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Polemik penerimaan dana oleh polisi senilai 14 juta dollar AS dari PT Freeport masih berlanjut. Kali ini, kepolisian menyatakan telah mengirimkan tim pengawas internal untuk mengecek kebenaran informasi anggota polisi di Papua yang menerima uang makan langsung dari PT Freeport.

Tim ini akan menemui Kapolda ataupun mantan Kapolda yang selama ini memegang kendali keamanan di Bumi Cendrawasih. "Tim yang pasti sudah berangkat ke sana. Di sana tim yang melakukan rencana-rencana kegiatannya. Masih menunggu tim untuk mengecek bagaimana sebenarnya dalam kejadian itu," ujar Saud di Gedung Humas Polri, Rabu (2/11/2011) malam.

Menurut Saud, karena pihak Mabes Polri masih menunggu kedatangan tim pengawas internal, ia tak bisa memberi keterangan lebih lanjut terkait polemik uang saku dari perusahaan tambang asing itu. Ia belum bisa menjelaskan apakah uang yang diterima tersebut adalah sesuatu yang wajar atau tidak.

"Kita tidak bisa berandai-andai. Sabar dan tunggu tim pulang. Ini akan kita cek dulu dana itu dana yang mana, berapa, kapan, dan pada siapa. Kalau hanya bicara katanya-katanya, sebaiknya kita cek dulu," terangnya.

Ia menyebut, jika hasil dari tim itu telah ada dan kepolisian ternyata melakukan penyimpangan, maka institusi itu siap mempertanggungjawabkannya. "Pada prinsipnya kita siap diaudit transparan dan kalau ada penyimpangan kita siap dipanggil," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau