JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil survei Jaringan Suara Indonesia menunjukkan, tingkat kepercayaan publik terhadap kepolisian lebih tinggi dibandingkan Komisi Pemberantasan Korupsi dan tiga lembaga penegak hukum lain, yaitu Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, dan Kejaksaan Agung.
Menanggapi hal itu, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution menyatakan rasa syukurnya jika memang masyarakat memandang institusi Polri demikian.
"Kalau katanya lebih bagus ya alhamdulillah ya," ujar Saud di Gedung Humas Polri, Jakarta, Rabu (2/11/2011).
Ia menyatakan, jika pun ada kekurangan dari Polri, diharapkan masyarakat dapat memberi masukan agar kepolisian bisa membenahi institusinya. "Kalau ada yang kurang akan kita benahi kembali supaya lebih bagus," lanjutnya.
Seperti yang diketahui, dalam survei itu disebutkan, sebanyak 58,2 persen dari 1.200 responden menyatakan percaya terhadap Polri. KPK mendapatkan kepercayaan publik sebesar 53,8 persen.
Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja MA mendapat hasil 47,8 persen, sedangkan MK sebesar 47,3 persen, dan Kejaksaan Agung 46,0 persen.
Dalam hal kepuasan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum, Polri juga menduduki posisi teratas dengan 53,6 persen responden mengaku puas.
Sebanyak 45,0 persen responden menyatakan puas terhadap kerja KPK, sedangkan MK sebesar 43,5 persen, MA sebesar 42,1 persen, dan Kejaksaan Agung sebesar 41,1 persen.
Pada jajak pendapat itu, responden juga diminta pendapatnya tentang ketidakpuasan mereka terhadap lembaga penegak hukum.
Sebanyak 42,7 persen responden menyatakan ketidakpuasannya terhadap KPK, sementara Kejaksaan Agung sebesar 42,1 persen, Polri sebesar 39,7 persen, MA sebesar 37,5 persen, dan MK sebesar 35,3 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang