JAYAPURA, KOMPAS.com - Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Papua Yunus Wonda mengatakan, jangan hanya menyalahkan pemerintah pusat karena gagalnya peningkatan kesejahteraan rakyat Papua selama 10 tahun otonomi khusus berjalan.
Para pemimpin di Papua, gubernur, bupati, juga DPRP dan DPRD justru harus mau menginstropeksi diri dan mengakui mereka telah gagal meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.
"Harus mengakui bahwa kita (pemimpin di Papua) gagal. Jangan salahkan yang lain. Kita harus bertanggung jawab. Kita ini yang pegang kebijakan di Papua, bukan yang lain," tegas Yunus Wonda di Jayapura, Papua, Kamis (3/11).
Sebagai Wakil Ketua DPRP, Yunus wonda secara pribadi mengakui, ia juga gagal. Ia meminta para pemimpin di Papua h arus mau dengan rendah hati mengakui gagal menyejahterakan rakyatnya, meskipun sudah ada dana besar otonomi khusus yang mencapai triliunan rupiah.
"Kenapa ada dana otsus yang besar, tidak ada perubahan di Papua. Itu bukan kesalahan pemerintah psuat namun kesalahan anak-anak papua yang hari ini menjadi pemimpin di papua. kita harus instropeksi diri sendiri," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang