MERAK, KOMPAS.com - Panitia Jelajah Sepeda Jakarta-Palembang, Sigit, mengirim SMS kepada seluruh peserta seusai makan malam di Merak, Kamis (3/11/2011). Sontak, beberapa peserta langsung kaget, sebagian berhamburan masuk ke kamar untuk segera tidur.
Sebab, pengumuman itu mengharuskan semua peserta bangun pagi. Sarapan harus dilakukan pukul 05.30, Jumat (4/11/2011). Ini masih tergolong subuh, sehingga peserta harus bangun lebih awal. Sebab, pada pukul 07.10, semua peserta harus sudah berada di kapala untuk menyeberang ke Bakauheni, Lampung.
Dari tempat itulah, 53 penggowes akan melanjutkan etape kedua menuju Tanjung Karang. Dari Bakaehuni, jaraknya sekitar 97 kilometer. Namun, etape kedua ini lebih menantang dari pada etape pertama yang mencapai 127 km.
Etape pertama lebih banyak jalan datar. Sehingga, tantangan belum terlalu berat. Sedangkan di etape kedua, tim banyak melahap tanjakan. Sedangkan etape kedua didominasi jalan tanjakan. Bahkan, sekitar 40 km di antaranya berupa jalan penuh tanjakan (rolling).
Tak hanya kekuatan yang dibutuhkan, tapi juga mental. Sebab, jika mental menurun, kekuatan justru bisa berkurang.
Sebagian peserta sudah mulai waswas, merancang strategi dan tektik apa agar bisa melahap tanjakan demi tanjakan. "Saya paling parah kalau melewati tanjakan. Namun, semoga perjalanan lancar tanpa hambatan," kata Muhammad Yana, salah satu peserta.
Sementara Wintolo merasa harus mengurut lutut kanannya, karena terasa linu saat melahat etape pertama. Dia berharap, etape kedua bisa dilewati dengan baik, dan rasa sakit di lututnya tak muncul lagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang