Perikanan kelautan

Terumbu Karang Sumber Ikan Dunia

Kompas.com - 04/11/2011, 02:25 WIB

Jakarta, Kompas - Sekitar separuh jumlah ikan di perairan laut dunia berasal dari kawasan segitiga terumbu karang seluas 14,7 juta kilometer persegi, yang sebagian besar masuk wilayah Indonesia. Kerusakan atau hilangnya ekosistem terumbu karang ini berdampak besar bagi perikanan dunia.

Segitiga terumbu karang berperairan relatif hangat dengan arus kuat dan biodiversitas tinggi, tempat ideal bagi berbagai jenis ikan untuk bertelur dan membesarkan anaknya. ”Di segitiga terumbu karang banyak berbagai arus, melintasi gunung berapi bawah laut yang subur. Ikan suka bertelur di arus yang kuat supaya telurnya aman dari predator,” kata dr Lida Pet-Soede, Head of the WWF Coral Triangle Programme, Kamis (3/11), di Jakarta, di sela-sela peluncuran program MyCoral Triangle.

Kondisi itu diperkuat aneka ekosistem tetangga yang mendukung, seperti mangrove dan lamun. Ini memberi kesempatan lebih besar bagi telur-telur yang tersebar itu menetas dan bertambah dewasa.

Segitiga terumbu karang dunia yang berpusat di Indonesia, meliputi perairan Malaysia, Filipina, Timor Leste, Papua Niugini, dan Kepulauan Solomon. Sayangnya, sebagian ekosistem terumbu karang ini rusak.

”Menurut data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 30 persen terumbu karang Indonesia rusak berat. Sejumlah 60 persen rusak sedang yang masih bisa pulih kalau kita bisa mengubah gaya hidup,” ucapnya.

Pola hidup itu menyangkut cara penangkapan ikan (pukat harimau, bom, dan menangkap anakan) serta pembangunan pesisir yang destruktif. Keberlanjutan ekosistem itu memengaruhi sekitar 120 juta masyarakat yang hidupnya tergantung laut.

Devy Suradji, Marketing Director WWF-Indonesia, mengatakan, keberlanjutan alam juga meliputi cara konsumsi. Masyarakat sudah saatnya jeli dalam memilih menu ikan dengan tidak mengonsumsi ikan anakan. ”Beri mereka waktu untuk bereproduksi. Ini kami kampanyekan di seluruh dunia,” ucapnya.

Sementara itu, pada siaran persnya, Bank Pembangunan Asia (ADB) menyiapkan dana hibah 2 juta dollar AS (sekitar Rp 18 miliar) bagi rumah tangga nelayan miskin di Berau-Kalimantan Timur dan Balabac-Palawan Filipina. Dana itu bisa digunakan untuk budidaya rumput laut, pemrosesan ikan, memperbaiki perahu, dan beternak.

Diharapkan, itu bisa dimanfaatkan keluarga nelayan yang terdampak langsung perubahan iklim dan penangkapan ikan berlebih. (ICH)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau