E-ktp

Pengurusan KTP Elektronik di Kota Kupang Seret

Kompas.com - 04/11/2011, 09:02 WIB

KUPANG, KOMPAS.com- Pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), seret. Dari 317.000 jiwa warga wajib KTP, hingga Jumat (4/11/2011) pagi baru sekitar 9.000 di antaranya yang telah rampung proses pengurusan KTP-nya.

Padahal, jika berjalan normal, pengurusannya saat ini seharusnya telah rampung sekitar 20-30 persen.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kupang Jerhans Ledoh mengakui kelambatan itu akibat terlambatnya kedatangan kamera dan berbagai kelengkapan lainnya hingga beberapa dari enam kecamatan di Kota Kupang.

Untuk Kecamatan Kota Lama dan Maulafa, misalnya, proses pemotretan dengan dukungan masing masing dua kamera baru dilakukan sejak Jumat pagi ini karena kameranya baru datang. Padahal menurut jadwalnya, pekerjaan itu harus sudah dimulai sejak Agustus lalu.

"Agar prosesnya bisa rampung pada waktunya akhir Desember mendatang, maka waktu kerja diperpanjang hingga pukul 19.00-20.00 wita. Kita juga sedang menunggu tambahan 10 unit kamera pinjaman," jelas Jerhans.

Pengamatan Kompas, di Kantor Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, pagi ini terlihat antren padat warga wajib KTP menunggu giliran. Pemotretan berjalan lamban karena mengandalkan hanya dua kamera. Di kecamatan ini tercatat sekitar 50.000 warga wajib KTP.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau