Orang hilang

Nadia Terlacak karena Cek Saldo di ATM

Kompas.com - 04/11/2011, 11:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Selama 12 hari pergi dari rumah, keberadaan Nadia Dwi Rahma atau Dea (22) sempat tidak terlacak. Namun, Kamis (1/11/2011), polisi berhasil mendeteksi keberadaan Dea lewat transaksi rekeningnya. Hal tersebut diungkapkan salah seorang penyidik yang tergabung dalam Tim Bunuh Culik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (4/11/2011) di Mapolda Metro Jaya.

"Kami himpun keterangan dari keluarga dan teman-temannya. Sempat buntu," ucapnya.

Keterangan tentang keberadaan Dea bersama seorang pria berbaju gamis di sebuah pusat perbelanjaan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pun ternyata menyesatkan. "Itu bukan Dea. Dia nggak pernah ke Kelapa Gading karena dia langsung berangkat ke Semarang tanggal 24 Oktober," ucapnya.

Polisi akhirnya mendapatkan titik terang setelah Dea mengecek saldo di sebuah mesin ATM pada Kamis (3/11/2011). Dari data itu, polisi mendapati lokasi Dea di Semarang, Jawa Tengah.

"Setelah ditelusuri ternyata mesin ATM itu ada di dekat indekos yang ditinggalinya," kata penyidik.

Polisi langsung mendatangi indkos milik Edi di perumahan Green Wood, Jalan Smart House Nomor 9, Kali Pancur Manyaran. Ketika itu, Dea berada di dalam kamar indekosnya seorang diri.

Dea mengaku pergi tanpa ada paksaan dari siapa pun. Dia pergi karena takut membebani orangtua akibat kuliahnya yang tak kunjung selesai. Rencananya, Dea akan mencari pekerjaan di Semarang untuk mengganti uang kuliah Rp 3 juta yang dipakainya untuk kabur. Pihak kepolisian akhirnya menutup kasus ini karena tidak terbukti adanya unsur pidana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau