Ford Lirik Indonesia untuk Bangun Pabrik!

Kompas.com - 04/11/2011, 14:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ford Motor Company (FMC) mulai menjajaki Indonesia sebagai lokasi investasi kedua di kawasan Asia Tenggara setelah Thailand. Untuk itu, dua petinggi Ford, Joe Hinrichs President Asia Pacific and Africa dan Peter Fleet President Ford ASEAN berkunjung ke Indonesia mempelajari kemungkinan membangun pabrik di Indonesia.

Hinrichs saat menjawab pertanyaan KOMPAS.com di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (4/11) ini, mengatakan, "Bisa dibilang saya datang ke sini mewakili Ford Global untuk mengetahui potensi pasar Ford (Indonesia) dan mungkin membangun pabrik baru." Selama di Jakarta, kedua petinggi FMC ini menyempatkan diri bertemu perwakilan dealer Ford dan dengan Kementerian Perindustrian sebagai pembina industri otomotif nasional.

Dalam pertemuannya dengan pejabat pemerintah, Hinrichs ingin memastikan pemerintah Indonesia tetap transparan, menjaga persaingan bisnis yang Juga meminta, bila mengeluarkan kebijakkan, pemerintah bisa menyertakan Ford sebagai salah satu calon investor di masa mendatang.

Hinrichs mengaskan, saat ini FMC fokus pada dua pabriknya di Thailand. "Sekarang ke pabrik tersebut dulu. Kalau pasar di kawasan ini (ASEAN) terus tumbuh, Ford harus cari lokasi baru. Bisa saja Indonesia," beber Hinrichs.

Peter Fleet melanjutkan, keputusan melakukan investasi besar, seperti mendirikan pabrik, tidak hanya didasarkan pada pertimbangan pasar domestik. Target ekspor juga harus diperhitungkan karena berkaitan dengan skala ekonomi.

Mobil Murah
Berkaitan dengan program Low Cost and Green Car (LCGC) yang lagi digodok pemerintah Indonesia, Ford mengaku cukup tertarik. Hinrichs mengatakan Ford memiliki teknologi dan mesin kecil yang kompetitif.

"Saya pikir mesin ini bisa masuk dengan spesifikasi yang diminta (pemerintah Indonesia), dann tentu saja akan menjadi pertimbangan. Sudah ada beberapa produk sesuai dengan spesikasi yang diminta pemerintah Indonesia tersebut," lanjut Hinrichs.

Meski mulai menjajaki, Ford masih belum mau membicarakan besar investasi, jumlah produksi, apalagi lokasi pendirian pabrik. Masih terlalu dini! Tapi Hinrichs menambahkan keputusan memilih lokasi baru untuk pendirian pabrik baru bisa dilakukan dalam periode 5 tahun ke depan.

"Kami berencana memasarkan 8 model global di Indonesia dalam lima tahun mendatang. Mungkin saja keputusan membangun pabrik baru dilakukan dalam periode itu," tutup Hinrichs.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau