JAKARTA, KOMPAS.com - Ford Motor Company (FMC) mulai menjajaki Indonesia sebagai lokasi investasi kedua di kawasan Asia Tenggara setelah Thailand. Untuk itu, dua petinggi Ford, Joe Hinrichs President Asia Pacific and Africa dan Peter Fleet President Ford ASEAN berkunjung ke Indonesia mempelajari kemungkinan membangun pabrik di Indonesia.
Hinrichs saat menjawab pertanyaan KOMPAS.com di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (4/11) ini, mengatakan, "Bisa dibilang saya datang ke sini mewakili Ford Global untuk mengetahui potensi pasar Ford (Indonesia) dan mungkin membangun pabrik baru." Selama di Jakarta, kedua petinggi FMC ini menyempatkan diri bertemu perwakilan dealer Ford dan dengan Kementerian Perindustrian sebagai pembina industri otomotif nasional.
Dalam pertemuannya dengan pejabat pemerintah, Hinrichs ingin memastikan pemerintah Indonesia tetap transparan, menjaga persaingan bisnis yang Juga meminta, bila mengeluarkan kebijakkan, pemerintah bisa menyertakan Ford sebagai salah satu calon investor di masa mendatang.
Hinrichs mengaskan, saat ini FMC fokus pada dua pabriknya di Thailand. "Sekarang ke pabrik tersebut dulu. Kalau pasar di kawasan ini (ASEAN) terus tumbuh, Ford harus cari lokasi baru. Bisa saja Indonesia," beber Hinrichs.
Peter Fleet melanjutkan, keputusan melakukan investasi besar, seperti mendirikan pabrik, tidak hanya didasarkan pada pertimbangan pasar domestik. Target ekspor juga harus diperhitungkan karena berkaitan dengan skala ekonomi.
Mobil Murah
Berkaitan dengan program Low Cost and Green Car (LCGC) yang lagi digodok pemerintah Indonesia, Ford mengaku cukup tertarik. Hinrichs mengatakan Ford memiliki teknologi dan mesin kecil yang kompetitif.
"Saya pikir mesin ini bisa masuk dengan spesifikasi yang diminta (pemerintah Indonesia), dann tentu saja akan menjadi pertimbangan. Sudah ada beberapa produk sesuai dengan spesikasi yang diminta pemerintah Indonesia tersebut," lanjut Hinrichs.
Meski mulai menjajaki, Ford masih belum mau membicarakan besar investasi, jumlah produksi, apalagi lokasi pendirian pabrik. Masih terlalu dini! Tapi Hinrichs menambahkan keputusan memilih lokasi baru untuk pendirian pabrik baru bisa dilakukan dalam periode 5 tahun ke depan.
"Kami berencana memasarkan 8 model global di Indonesia dalam lima tahun mendatang. Mungkin saja keputusan membangun pabrik baru dilakukan dalam periode itu," tutup Hinrichs.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang