Pemerintah Diminta Perhatikan Nasib Mantan Atlet

Kompas.com - 05/11/2011, 01:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Grand Master Wanita (GMW) Irine Kharisma berharap pemerintah memperhatikan nasib atlet terutama setelah tidak aktif lagi alias sudah pensiun." Bila perlu atlet yang meraih sukses langsung masuk catatan pemerintah untuk mendapatkan bantuan atau pensiun di hari tua," ujar Irine di Jakarta, Jumat (4/11/2011).

Irine bersyukur saat ini ada pihak swasta melalui Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI) yang peduli terhadap kehidupan mantan atlet yang dibawah garis kemiskinan. "Usahakan kepedulian seperti itu terus berlangsung hingga semua mantan atlet bisa meningkatkan taraf hidupnya," tambahnya.

Menurut Irene, meski saat ini ia belum membutuhkan dana pensiun dari pemerintah,  namun bila sudah tidak aktif dalam dunia catur nanti, dirinya perlu mendapatkan jaminan dari pemerintah agar hidupnya  tetap eksis di dunia olahraga. "Minimal bisa menjadi pelatih catur di Indonesia," tegasnya.

Kondisi seperti itu sudah diterapkan negara lain terhadap atletnya yang kini sudah tidak aktif lagi. "Dengan jaminan hari tua, para mantan atletnya tidak ada yang hidup dibawah garis kemiskinan seperti di Indonesia," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau