Pemilu as

Skandal Seks Republik Untungkan Obama

Kompas.com - 05/11/2011, 02:20 WIB

Washington, Jumat - Bakal calon presiden dari Partai Republik, Herman Cain, berjuang untuk mempertahankan pencalonannya dengan mengecam media dan menyerang saingannya di tengah pengungkapan bahwa dia berulang kali dituduh melakukan pelecehan seksual pada masanya sebagai pelobi Washington.

Semakin lama para bakal calon Partai Republik meributkan klaim pelecehan seksual terhadap Cain itu, tampaknya semakin baik keadaan bagi Presiden Barack Obama saat dia mempersiapkan kampanyenya untuk dipilih kembali.

Cain telah dituduh oleh sedikitnya tiga perempuan melakukan pelecehan seksual ketika menjadi Ketua Asosiasi Restoran Nasional pada pertengahan tahun 1990-an, klaim yang menjadi perhatian utama dalam pertarungan nominasi Partai Republik sejak situs web berita Politico melaporkan itu Minggu (30/10).

Contoh langka perpecahan dalam sebuah partai yang dikenal karena persatuannya itu terjadi saat Obama, seorang Demokrat, mendapat peningkatan dalam jajak pendapat dan perekonomian AS memperlihatkan tanda-tanda perbaikan.

Cain mengatakan tidak bersalah atas klaim itu dan menuduh kubu saingannya, Rick Perry, ada di belakang berita klaim itu, hal yang disangkal Perry.

Pertengkaran antarkubu Republik itu terjadi, sementara jajak-jajak pendapat memperlihatkan peningkatan dukungan kepada Obama. Sebuah jajak pendapat dari Universitas Quinnipiac pekan ini memperlihatkan bahwa 47 persen orang AS berkenan pada kinerja Obama, naik 6 persen dari awal Oktober.

Juga ada tanda-tanda bahwa pemulihan perekonomian AS, yang diperkirakan akan menjadi isu paling penting dalam pemilu 2012, berjalan baik. Hari Rabu, data memperlihatkan dunia usaha swasta AS menambah lebih banyak pekerjaan dibandingkan yang diperkirakan bulan lalu, menimbulkan harapan bahwa laporan pengangguran bulan Oktober pada hari Jumat mungkin akan memperlihatkan perbaikan dibandingkan laju 9,1 persen pada bulan September.

Semua ini baik bagi kubu Demokrat, yang selama ini tidak ikut campur, dengan tetap memfokuskan serangan kampanye kepada Romney, yang digantikan Cain di puncak sebagian besar jajak pendapat.

Skandal pelecehan seksual itu memperlemah Cain, pengusaha berusia 65 tahun, yang memimpin jajak-jajak pendapat Republik secara nasional dan di Iowa, yang melaksanakan pemilihan pendahuluan pertama tahun 2012 pada 3 Januari.

Empat hari setelah fakta terungkap bahwa dua perempuan telah menerima pembayaran tunai setelah menuduh Cain melakukan pelecehan seksual tahun 1990-an, citra Cain di mata publik hari Kamis masih tercemar oleh ancaman pernyataan tertulis oleh salah seorang penuduhnya.

Joel Bennett, pengacara salah seorang penuduh, mengajukan pernyataan tertulis perempuan itu pada Asosiasi Restoran Nasional hari Kamis. Isinya tak diketahui, tetapi bisa mengungkapkan versinya mengenai pelecehan itu. (Reuters/AP/AFP/DI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau