Cegah Migren Tanpa Obat

Kompas.com - 05/11/2011, 10:56 WIB

Kompas.com - Kabar baik untuk para penderita migren. Menurut studi terbaru gangguan nyeri kepala sebelah ini bisa dicegah dengan mudah, alami, dan tanpa biaya.

Olahraga telah terbukti mampu mencegah migren dan efektivitasnya tak kalah dengan obat atau teknik rileksasi lain. Kesimpulan itu dihasilkan dari riset yang dilakukan peneliti dari Swedia.

Meski selama ini para dokter sering menyarankan olahraga untuk mengurangi gangguan migren, namun studi ini adalah yang pertama yang secara khusus meneliti kaitan antara olahraga teratur dan berkurangnya penderitaan migren.

Dalam penelitian, pasien migren dibagi dalam tiga kelompok. Pertama adalah mereka yang diminta berolahraga 40 menit tiga kali dalam seminggu. Kelompok kedua diminta mengonsumsi obat pencegah migren yang mengandung topiramate, dan kelompok ketiga hanya diberikan olahraga rileksasi.

Setelah enam bulan, frekuensi migren berkurang pada ketiga kelompok. Akan tetapi, jika ada pilihan yang murah dan lebih menyehatkan, mengapa tidak memilih olahraga.

"Olahraga bisa menjadi alternatif pencegahan migren selain kegiatan rileksasi dan pemakaian obat. Pilihan ini sangat cocok untuk pasien yang tidak mau mengonsumsi obat," kata Emma Varkey dari Universitas Gothenburg, Swedia.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau