Denny Indrayana Hanya Buat Sensasi, Bukan Prestasi

Kompas.com - 05/11/2011, 11:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bambang Soesatyo, anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golkar, menyayangkan langkah Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana yang terkesan sibuk membuat sensasi dan bukan prestasi.

"Seharusnya yang dilakukan Denny Indrayana yang juga profesor hukum dalam 100 hari pertamanya sebagai wakil menkumham adalah mencetak prestasi dan bukan sensasi," sindir Bambang, Sabtu (5/11/2011) di Jakarta.

Sensasi yang dimaksud Bambang adalah terkait pernyataan Denny pada 31 Oktober 2011 di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi bahwa sejak dia dilantik sebagai wakil menkumham pada 19 Oktober 2011, tidak ada pemberian remisi dan pembebasan bersyarat bagi terpidana korupsi, kecuali untuk Agus Condro.

Pasalnya, Agus Condro merupakan pembuka kasus suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004 yang dimenangkan Miranda S Goeltom.

Namun, menurut Bambang, mantan anggota DPR Daniel Tandjung yang juga terpidana kasus suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004 mendapat pembebasan bersyarat pada 28 Oktober 2011.

Pada Jumat (4/11/2011), Denny menolak tudingan Bambang bahwa telah berbohong dalam persoalan ini. Pasalnya, pihaknya tidak pernah memberikan pembebasan bersyarat setelah kebijakan itu dicetuskan pada 30 Oktober 2011.

Pembelaan Denny itu, menurut Bambang, justru semakin memperlihatkan sensasi dan kebohongan yang dibuat Denny. "Denny sebaiknya tidak perlu berkilah atau berbohong lagi. Dia perlu mengingat pernyataannya di KPK pada 31 Oktober. Ada baiknya juga dia ingat kata-kata bijak bahwa kebohongan hanya dapat ditutup dengan kebohongan yang lebih besar," saran Bambang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau