Liga indonesia

Persebaya Bantah Berkomplot Langgar Statuta

Kompas.com - 05/11/2011, 16:33 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Persebaya Surabaya membantah berkomplot melanggar statuta PSSI sehingga bisa diakomodasi menjadi peserta kompetisi level satu Liga Primer Indonesia.

"Kami bukan Persebaya 1927 yang diakomodasi untuk masuk level satu. Kami adalah Persebaya yang sah yang melamar ikut kompetisi level satu dan diterima oleh PSSI," kata Koordinator Humas Persebaya Ram Surahman, Sabtu (5/11/2011).

Penjelasan itu disampaikan sehubungan dengan tuduhan bahwa PSSI telah mengakomodasi Persebaya 1927 yang ikut kompetisi LPI 2010-2011. Padahal, kompetisi itu tidak sah. Sementara PSSI mengabaikan Persebaya versi Wisnu Wardhana yang ikut kompetisis Divisi Utama 2010-2011.

Menurut Ram, Persebaya yang masuk level satu ini adalah Persebaya yang sah yaitu sesuai hasil Musyawarah Anggota Luar Biasa pada 8 Agustus 2011. Musyawarah Anggota Luar Biasa ini melengserkan Ketua Umum Wishnu Wardhana dan memilih Cholid Goromah.

Ditegaskan, Persebaya tidak pernah berkomplot melanggar status PSSI. Tidak ada statuta yang dilanggar PSSI.

Menurut dia, statuta yang dipakai PSSI saat ini merupakan hasil putusan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang digelar di HotelMercure Ancol Jakarta, 18-20 April 2009. Munaslub ini digelar sebagai koreksi dari Munaslub PSSI ke-34 yang digelar di Makassar, 18-22 April 2007.Munaslub Makassar disemprit FIFA karena dinilai tak sejalan dengan statuta FIFA.

"Kan yang kontra PSSI menyatakan bahwa peserta kompetisi level satu 24 klub itu melanggar statuta. Hal itu tidak benar karena tidak ada ketentuan jumlah klub harus 24," katanya.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau