Penyelundupan 14 Kg Kuda Laut Kering ke Hongkong Digagalkan

Kompas.com - 05/11/2011, 17:03 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Kantor Bea Cukai Tipe Madya Pabean Soekarno-Hatta menggagalkan upaya penyelundupan ekspor satwa yang dilindungi berupa kuda laut kering.

Paket kiriman yang dieastimasi sebanyak 11.200 ekor dengan perkiraan nilai barang Rp 280 juta itu akan diekspor ke Hongkong.

"Modusnya dengan mengatakan bahwa memeritahukan bahwa isi paket kiriman adalah makanan," kata Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta Oza Olivia kepada wartawan di bandara, Kota Tangerang, Sabtu (5/11/2011).

Kepala Seksi Penindakan dan Penyelidikan Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Gatot Sugeng Wibowo mengatakan, terungkapnya upaya ekspor kuda laut kering itu berawal dari informasi petugas keamanan PT Angkasa Pura 2 Bandara Soekarno-Hatta.

Selanjutnya, petugas Bea Cukai Soekarno Hatta memeriksa paket kiriman ekspor tujuan Hongkong dengan penerima berinisial MYS.

"Pengiriman paket ini melalui Kantor Tukar Pos Udara ini belum memenuhi ketentuan CITES," jelas Gatot. Sebagai tindak lanjut, kata Gatot, barang bukti kuda laut kering diserahkan ke Balai Besar Karantina Hewan Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk penelitian dan pengembangan lebih lanjut. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau