Sea games

Timnas U-23 Dipusingkan Soal Bola

Kompas.com - 06/11/2011, 18:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang laga perdana di SEA Games XXVI, pelatih tim sepak bola nasional U-23, Rahmad Darmawan, sudah menyatakan timnya siap secara mental. Namun, timnas masih memiliki masalah dalam adaptasi karakter bola.

Egi Melgiansyah dan kawan-kawan belum sepenuhnya mengenal karakter bola Nike tipe Seitiro yang digunakan dalam turnamen ini. Pada latihan Sabtu, "Garuda Muda" hanya diberi waktu beberapa jam untuk menjajal bola baru tersebut.

Dalam rangkaian latihan sebelumnya, timnas U-23 menggunakan bola Nike tipe Tracer. Rahmad mengatakan, bola Seitiro yang menjadi bola resmi SEA Games tersebut lebih ringan dari bola Tracer sehingga sulit dikontrol karena bergerak liar.

"Soal bola saya bingung. Mereka bilang hanya dipinjamkan pada official training saja. Seharusnya setiap tim dapat bola tersebut untuk latihan karena untuk latihan keseharian itu sangat penting. Tadi pas mau latihan saya cari bola kok enggak ada. Di latihan kemarin ada, tetapi sekarang tidak ada," ujar Rahmad kepada wartawan seusai latihan, Minggu (6/11/2011) sore.

Rahmad mengakui, hal ini memengaruhi penampilan anak asuhnya. Ia mengatakan, para pemain membutuhkan waktu 10-15 menit untuk beradaptasi dengan si kulit bulat. "Untuk itu, saya berharap besok waktu warming up kami akan diberikan bola tersebut," kata Rahmad.

Ketika ditanya soal kemungkinan terjadinya hujan yang bisa memperburuk kondisi lapangan, Rahmad menyatakan pasrah pada kondisi cuaca. Ia sudah mengantisipasi kemungkinan buruk tersebut meskipun kondisi semacam itu akan mengubah permainan timnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau