Keajaiban alam

Konservasi Komodo Lebih Penting

Kompas.com - 07/11/2011, 04:07 WIB

Labuan Bajo, Kompas - Konservasi komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, jauh lebih penting daripada polemik kontes Tujuh Keajaiban Alam Dunia. Promosi tanpa konservasi nyata tidak berarti sama sekali.

”Promosi atau vote komodo lewat SMS dalam kontes itu sah-sah saja, tapi bukan keharusan. Perlu dukungan pemerintah pusat untuk pelestarian Taman Nasional Komodo (TNK). Tampaknya, Balai TNK kesulitan, terutama infrastruktur standar internasional. Banyak kursi pengunjung lapuk,” kata pemerhati komodo di Flores, Rofino Kant, yang juga Ketua Forum Demokrasi Lingkungan Hidup dan Kebudayaan, Minggu (6/11).

Indonesia, kata Rofino, tak perlu risau apabila TNK tak masuk Tujuh Keajaiban Alam Dunia. Pasalnya, nama TNK mendunia sejak Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) menetapkan TNK sebagai Warisan Dunia dan Cagar Biosfer (1986).

Konservasi komodo penting karena dari aspek populasi terus menurun. Dulu, di Pulau Padar, Manggarai Barat, dihuni komodo, tetapi kini tak ada lagi.

Kurator reptil dari Kebun Binatang Amerika Serikat, Dale Marcellini, menyebutkan, tahun 1994, populasi komodo dewasa tinggal 5.000 ekor. Data TNK, populasi komodo saat ini 2.753 ekor, tersebar di TNK, yaitu di Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Nusa Kode, dan Gili Motang.

Di luar kawasan TNK diprediksi ada 66 ekor komodo, seperti di Cagar Alam Wae Wuul, Manggarai Barat, dan di Pota, Manggarai Timur, Flores.

Secara terpisah, Kepala Balai TNK Sustyo Iriono menyatakan pentingnya konservasi komodo, termasuk soal sarana dan prasarana TNK. ”Kontes Tujuh Keajaiban Alam Dunia jika tujuannya untuk kebanggaan Indonesia, mengapa tidak?” kata dia.

Tahun 2010, pengunjung TNK 45.000 orang (sekitar 95 persen wisatawan asing), dan hingga akhir 2011 diperkirakan 50.000 orang, yang merupakan batas daya dukung lingkungan habitat komodo per tahunnya.

Pulau Komodo 10 besar

Kemarin, panitia New7Wonders of Nature mengumumkan 10 besar kontes N7W. Pulau Komodo masuk di antaranya bersama Laut Mati, Grand Canyon, Halong Bay, Pulau Jeju, Sudarbans, Vesuvius, dan Great Barrier Reef. ”Jelas, finalis dari Asia kuat pada tahap ini,” kata Presiden sekaligus Pendiri N7W, Bernard Weber, dalam surat elektronik yang diterima Kompas.

Hasil akhir akan diumumkan hari Jumat (11/11). (SEM/gsa)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau