Advertorial

Pentingnya Mengukur Tekanan Darah di Rumah

Kompas.com - 07/11/2011, 10:36 WIB

Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi) adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia. Hipertensi juga merupakan salah satu pencetus terjadinya penyakit jantung, ginjal dan stroke. Di Indonesia, tingkat prevalensi hipertensi sudah sangat tinggi, yaitu mencapai 31,7 persen dari total jumlah penduduk dewasa.

Bagi penderita tekanan darah tinggi, kebanyakan dari mereka memeriksakan tekanan darah mereka ke klinik atau saat memeriksakan ke dokter.  Sayangnya cara ini kurang efektif dalam mengawasi pola tekanan darah, karena tekanan darah menunjukkan pola sirkadian. Tekanan darah cenderung berada pada tingkat paling rendah di antara pukul 2 dan 4 pagi.  Setelah pukul 4 pagi terdapat ‘sentakan pagi hari’ dalam pembacaan TD, mencapai puncaknya pada sekitar pukul 6 pagi.  Kemudian akan terjadi penurunan bertahap saat menuju senja, dilanjutkan dengan pembacaan lebih rendah di malam hari.

Apa solusinya? Tentunya dengan memeriksakan tekanan darah Anda di rumah. Menurut Dr. Azani Mohamed Daud dari RS Gleneagles, Malaysia, yang juga Ketua dari Perkumpulan Hipertensi Malaysia (Malaysian Society of Hypertension), pemantauan TD  di  dokter/klinik/ rumah sakit dapat menghasilkan “Efek Jas Putih” atau White Collar Effect (WCE). Efek tersebut adalah fenomena yang disebabkan oleh kegelisahan, reaksi  kewaspadaan yang hiperaktif, atau reaksi yang terkondisi. Uniknya, WCE dapat menyebabkan TD yang tinggi hanya muncul dalam perawatan medis. Sedangkan, memeriksakan tekanan darah di rumah jauh lebih baik dalam stratifikasi resiko dan memperkirakan kejadian-kejadian dan memberikan representasi dari keseluruhan TD.

Telah hadir, Omron pengukur tekanan darah di rumah. Produk dari Jepang ini praktis untuk digunakan kapan saja. Tak perlu pergi ke klinik, Anda dapat mengukur tekanan darah Anda di rumah dan setiap waktu. Omron hadir dalam sebuah unit all-in-one, yang terdiri dari pembebat yang dapat disesuaikan dengan lengan atas, pipa karet yang menghubungkan antara pembebat dengan layar LCD yang mudah untuk dibaca.

Omron dapat berfungsi tanpa stetoskop. Sensor dari perangkat ini mendeteksi pergerakan darah dari pembuluh nadi di lengan Anda. Perangkat kemudian menerjemahkan informasi menjadi data elektronik yang muncul di layar LCD.   Unit ini juga menunjukkan tekanan darah baik sistolik dan diastolik dalam jumlah besar. Denyut nadi Anda juga ditampilkan, lengkap dengan lampu indikator untuk detak nadi masing-masing selama pembacaan tekanan darah. Ikon lain dalam bentuk hati menampilkan jika unit mendeteksi denyut jantung tidak teratur. Jika terjadi kesalahan dari gerakan selama membaca, unit menampilkan ikon untuk itu juga. Sebuah simbol baterai rendah juga menunjukkan kapan unit ini membutuhkan baterai baru. Waktu dan tanggal juga ditunjukkan pada unit.

Omron,  solusi yang sangat tepat bagi Anda yang perlu mengontrol tekanan darah Anda setiap saat. Nikmati hidup Anda tanpa perlu khawatir akan tekanan darah!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau