Pertanian

Petani Belum Olah Tanah

Kompas.com - 07/11/2011, 11:38 WIB

MADIUN, KOMPAS.com - Walau hujan sudah sering turun sejak akhir Oktober lalu, sebagian besar petani di daerah Kabupaten Madiun, Jatim belum bisa mengolah tanah mereka karena air irigasi belum mencukupi. Sementara kalau menggunakan mesin pompa biayanya terlalu mahal.

Menurut pengamatan Kompas, Senin (7/11/2011), sebagian besar areal persawahan seperti di wilayah Kecamatan Mejayan, Wonoasri, Balerejo, Nglames yang masih dibiarkan bera (tak tertanami) dan tanahnya belum diolah.

"Sekarang ini petani umumnya baru membuat pembenihan sambil menunggu ketersediaaan air yang cukup untuk membajak sawah. Kalau hanya air hujan saja tidak cukup. Walau setiap hari hujan, tapi baru sebatas membasahi tanah belum bisa menggenang. Padahal untuk membajak itu air harus menggenang," kata Karjan, petani Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri.

Menurut Wakidi, petani lain, air irigasi yang dialirkan dari dam Sumbersuko belum mencukupi. "Sementara kalau menggunakan pompa air biayanya sangat tinggi. Lebih irit menggunakan air yang dikelola Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA). Apalagi pembayaran retribusi ke HIPPA itu dilakukan pada saat panen. Jadi meringankan petani," tambahnya.

Kalangan petani mengaku tidak takut terlambat memulai musim tanam. Kami lebih mengutamakan tanam serentak karena kalau mendului atau tertinggal itu risiko diserang hama.

Di daerah ini musim tanam harus serentak dan budidaya sejenis dalam satu hamparan. Berbeda dengan di daerah Kediri ke timur yang sudah menggunakan sistem tanam beragam dan blok-blok, tambah Karjan yang pernah mempelajari pola peratani di daerah Kediri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau