MUARA ENIM, KOMPAS.com — Etape kelima dengan rute Baruraja-Tanjung Enim, Sumatera Selatan, sepanjang 90 kilometer, Senin ( 7/11/2011 ), kembali menguras tenaga tim Kompas Jelajah Sepeda Jakarta-Palembang. Tenaga terkuras ketika melewati tanjakan berkelok-kelok sepanjang 3 kilometer tanpa ada turunan.
Di awal etape, tidak ada kendala berarti lantaran jalan mayoritas mendatar. Hanya panas terik sejak start. Di pertengahan rute, tanjakan dengan kemiringan sampai 30 derajat pun muncul. Bagaimana pegowes menanjak sepanjang 3 kilometer? Saya tak tahu karena nebeng motor. Saya hanya bisa menikmati turunan yang sama panjangnya. He.. hee. Hee.
Peserta yang terbiasa gowes di rute ganas tentu tak mengalami kendala. "Lumayan, kayak di Nagrek," kata Johan Wijaya, karyawan Reuters dari Komunitas Rombongan Bekasi.
Bagaimana tanggapan pesepeda lain yang gowes selama tanjakan? "Tanjakannya mantap. Turunannya mantap. Impas," kata Andi Surandi (51), pesepeda yang pernah ngontel Jakarta-Bali itu.
Di tengah etape, tim beristirahat di Desa Maltas. Di sana, Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas menggelar pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar dan menyerahkan bantuan 1.000 buku. Setelah itu, tim kembali gowes hingga Tanjung Enim sekitar 30 kilometer lagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang