JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution mengungkapkan, polisi tidak dapat memastikan siapa saja target penembakan dari kelompok bersenjata di Papua, terutama di areal PT Freeport Indonesia. Dugaan sementara, Saud mensinyalir para penembak ini kebanyakan memilih para pengendara mobil yang melintasi Freeport. Polisi bukan satu-satunya target dari para penembak.
"Kalau kami lihat dari kejadian selama ini, para korban semua itu tidak hanya polisi. Siapa yang lewat dengan kendaraan. Kalau dalam mobil ketika itu ada karyawan, ada security, TNI, atau Polri, itu akan ditembak. Jadi yang penting siapa yang lewat," ujar Saud di Markas Besar Polri, Jakarta, Jalan Trunojoyo, Senin (7/11/2011).
"Namanya penembakan, dia tidak jelas. Mau mobilnya, mau orangnya itulah yang akan menjadi sasaran target dia," katanya.
Ia tak dapat memastikan, apakah para pelaku ini termasuk penembak profesional. Hal ini karena pelaku dapat melepaskan tembakan kepada korban dari jarak jauh ataupun dekat.
"Medan dia jurang di tengahnya jalan, itu sempit. Jadi mereka bisa menembak dari lereng-lereng. Kadang-kadang dari sebelah mana saja mereka bisa menyerang," tuturnya lagi.
Penembakan demi penembakan terjadi saat situasi Papua memanas dengan adanya penembakan buruh dan aksi massa di PT Freeport Indonesia dan pembubaran Kongres Rakyat Papua III. Sejak itu, aksi penembakan misterius mulai terjadi di wilayah tambang emas tersebut.
Di bawah ini adalah data sementara Kompas.com terkait peristiwa penembakan yang terjadi sejak Oktober-November 2011 di area PT Freeport Indonesia.
1. Penembakan terhadap tiga warga pendatang, Aloysius Margana, Yunus, dan Eto, di Freeport, Jumat (21/10/2011) pukul 04.40 WIT dan pukul 04.55. Dilakukan di tempat yang berbeda saat korban mengendarai mobil dari arah Kilometer 40 ke arah Km 38.
2. Penembakan terhadap Kapolsek Kota Mulia Ajun Komisaris Dominggus Otto Awes di areal Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, sekitar pukul 11.30, Senin (24/10/2011). Penembakan mengakibatkan Kapolsek Mulia tewas saat itu juga.
3. Penembakan mobil patroli yang ditumpangi tiga personel Brimob dan dua petugas jaga dari Security Risk Management di Mil 35, areal PT Freeport Indonesia, Rabu (26/10/2011).
4. Penembakan anggota Satuan Tugas Amole, satgas pengamanan areal Freeport Indonesia, dari Satuan Brigade Mobil (Brimob), Briptu Marselinus, oleh orang tak dikenal di Mil 45, areal PT Freeport hari ini, Senin (7/11/2011).
Peristiwa-peristiwa ini belum ditambah dengan aksi baku tembak antara kelompok bersenjata dan anggota kepolisian yang sering terjadi tanpa menimbulkan korban.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang