Brimob papua ditembak

Kondisi Briptu Marselinus Gua Membaik

Kompas.com - 07/11/2011, 18:24 WIB

TIMIKA, KOMPAS.com - Kondisi Briptu Marselinus Gua yang tertembak di bagian wajahnya saat sedang patroli di areal Freeport Indonesia di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Senin (7/11/2011) siang, sudah membaik. Meski begitu, dia masih menjalani perawatan di rumah sakit milik Freeport di Tembagapura, Mimika.

"Saya baru melihat kondisinya di rumah sakit. Dia sudah selesai menjalani operasi dan agak sadar. Sesuai keterangan dokter dimungkinkan hari Rabu (9/11/2011), dia dikirim ke Jakarta untuk pemulihan dan menjalani perawatan lanjutan," kata Komandan Satuan Tugas Amole, satuan tugas pengamanan areal PT Freeport, Ajun Komisaris Besar Alexander Louw kepada Kompas, Senin malam.

Menurut Alexander, Marselinus Gua tidak hanya tertembak di wajahnya tetapi juga di bahu kiri. Namun tembakan di bahu kiri tidak berdampak serius karena dia menggunakan rompi anti peluru.

Marselinus Gua tertembak di mil 45, areal Freeport oleh orang tidak dikenal. Dia sedang be rada di mobil patroli saat itu bersama lima rekannya yaitu Ajun Komisaris Suharto, Bripka Hober, Bripka Janto, Briptu Hafit, dan Bripda Agung. 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau