Foto "Nakal" Al Beredar, Dhani dan Maia Kembali Memanas

Kompas.com - 07/11/2011, 21:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Hubungan musisi Ahmad Dani dengan mantan istrinya, Maia Estianty, kembali memanas. Pemicunya? Al, anak sulung mereka yang baru berusia 14 tahun itu, tertangkap kamera sedang memegang botol minuman keras. Foto itu kemudian beredar luas di internet.

Kondisi inilah yang kembali mengobarkan api perseteruan di antara keduanya. Dhani dan mantan istrinya, Maia, saling menyalahkan satu sama lain.  

Dhani menuding Maia menjadi orang yang harus bertangungjawab. Alasannya, kejadian itu terjadi di kediaman Maia. Sebaliknya, Maia menuding Dhani telah salah urus membesarkan anak-anaknya.

"Kalau terjadinya di rumah temannya sih mungkin nggak apa-apa. Ini kejadiannya di rumah bundanya (Maia). Itu yang saya tak bisa terima," ujar Ahmad Dhani, saat ditemui beberapa waktu lalu dalam peluncuran video klip TRIAD di KFC Kemang, Jakarta Selatan.

Menurut Dhani, sebagai orang tua, Maia semestinya bisa mengontrol anak-anaknya. "Maka dari itu, saya selalu membatasi untuk ke luar rumah. Saya nggak kepengin anak-anak terinfeksi terhadap pergaulan yang saya tidak sukai," tegasnya.

Secara tegas, Dhani pun menyalahkan Maia dan memintanya agar memeriksakan kejiwaannya ke seorang psikiater.  

Sementara itu, Maia yang ditemui di kediamannya di bilangan Pejaten, Senin (7/11/2011) mengaku kaget melihat berita mengenai anaknya itu. "Tadi saya bangun siang, saya kaget lihat berita ini. Foto itu memang anak saya sedang merayakan Halloween, kebetulan di rumah saya," ujar Maia.

Melihat anaknya menjadi nakal seperti itu, Maia justru menyarankan Dhani membawa Al ke psikiater. "Saya selalu bilang sama bapaknya. Tolong anak itu dikasih psikiater. Dia (Dhani) malah bilang, kamu aja yang ke psikiater," ungkap Maia.  

Menurut Maia, Al melakukan tindakan itu karena mengalami stres lantaran punya ibu tiri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau