Dhani: Maia, Contoh Paling Dekat bagi Al

Kompas.com - 08/11/2011, 13:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sesudah Maia Estianty mengadakan jumpa pers di kediamannya di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2011) malam, mengenai foto Ahmad Al Ghozali (14), anak sulungnya, memegang botol berisi bir, Ahmad Dhani, mantan suami Maia, melakukan hal yang sama di rumahnya di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan, masih pada malam itu juga.

Menurut ayah kandung Al tersebut, kesalahan terletak pada cara asuh Maia yang tak bisa melindungi putranya sendiri ketika berada di dalam rumahnya. Lanjut Dhani, kejadian itu tidak bisa dimakluminya karena terjadi di dalam rumah ibu kandung Al sendiri.

"Kenapa dari awal enggak setuju Maia mengasuh Al, karena Maia enggak punya sistem bagaimana menjaga anaknya di rumah. Kalau (kejadian) dalam rumah bundanya, ya itu enggak bisa ditoleransi. Kalau di luar, masih bisa ditoleransi mungkin," ujar pemusik dan pebisnis musik ini.

Dhani tak bersikap marah habis-habisan kepada Al. Ia lebih menyesalkan pengawasan Maia yang kurang terhadap putra sulung mereka itu sehingga hal tersebut bisa terjadi. Alasan apa pun yang dilontarkan Maia seolah tidak bisa diterima Dhani, termasuk ketika dirinya tak berada di dalam rumah saat kejadian."Bukan alasan, 'Saya enggak ada di rumah'. Harusnya punya akal dan strategi hingga enggak mudah anak pesta dengan fasilitas dugem, lighting, DJ, minuman keras. Alasan itu enggak bisa diterima. Itu tidak akan terjadi di rumah saya," kata Dhani.

Menurut Dhani, tak mungkin Al mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok tanpa ada contoh. Dhani mengaku tidak merokok dan Al tak akan berani mengisap rokok di depan Dhani. Maka, menurutnya pula, contoh paling dekat bagi Al adalah ibu kandungnya sendiri. "Kalau di sini (rumah Dhani), tidak mungkin berani ngerokok di depan wajah saya. Saya enggak merokok dan tidak mencontohkan. Kenapa Al merokok, ya karena ada contoh dari orantuanya yang merokok, contoh paling dekat," tandasnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau