Wanita Ini Membuat Sidang Malinda Terhenti Sejenak

Kompas.com - 08/11/2011, 14:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Saat jaksa penuntut umum sedang membacakan dakwaan, seorang wanita memasuki ruang sidang tempat perkara Malinda Dee, terdakwa penggelapan uang nasabah Citibank, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kedatangannya menyita perhatian pengunjung. Ia mengenakan pakaian berwarna biru, warna yang mencolok di tengah ruang sidang. Tubuhnya semampai menebarkan aroma parfum.

Membawa karangan bunga berwarna putih, kedatangannya sontak menyita perhatian pengunjung sidang, termasuk awak media. Ruang sidang pun menjadi riuh. Awak media dan sejumlah pengunjung sidang berebut mengambil fotonya. Majelis hakim yang dipimpin Gusrizal pun gusar.

"Ini sidang, jangan membuat keributan di sini. Yang berbaju biru sebaiknya di luar agar tidak terjadi keributan," hardik Gusrizal sambil meminta JPU menghentikan pembacaan dakwaan.

Mendengar teguran hakim, wanita itu tersenyum sembari mengambil tempat duduk. Petugas keamanan kembali menegurnya meminta ia keluar ruang sidang. Kali ini, wanita itu mengikuti arahan untuk meninggalkan ruang sidang.

Wanita itu adalah Vivi Buntaran, seorang model yang merupakan teman Malinda. Vivi mengungkapkan, ia datang menghadiri sidang untuk memberi dukungan kepada Malinda. "Aku janji mau datang untuk support Jeng Malinda. Kita sering jenguk Jeng waktu sakit, sama waktu di (rumah tahanan) Pondok Bambu. Aku bawa buah anggur kesukaannya Jeng Malinda," terang Vivi sambil tersenyum.

Tak berapa lama kemudian ia meneteskan air mata dan mengatakan prihatin terhadap nasib Malinda. Ia menyebutkan, setelah dipenjara, Malinda semakin religius. "Jeng Malinda sekarang lebih rohani bahasanya, juga semakin rajin shalat. Kita doakan semoga lancar sidangnya," ujar Vivi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau